alexametrics

Kereta Cepat Berlanjut, Erick: Lapangan Kerja Bakal Bertambah

loading...
Kereta Cepat Berlanjut, Erick: Lapangan Kerja Bakal Bertambah
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa proyek kereta cepat akan kembali dilanjutkan, bahkan diperpanjang dari Jakarta hingga Surabaya. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan perpanjangan kereta cepat ini akan menyerap banyak lapangan kerja.

"Sebelumnya, proyek kereta cepat dari Jakarta-Bandung. Presiden malah ingin disambungkan Jakarta, Bandung hingga Surabaya. Supaya lebih visible. Dan ini pasti menyerap tenaga kerja luar biasa," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Meski diperpanjang, Erick menegaskan untuk deadline kereta cepat Jakarta-Bandung tetap sesuai target, yaitu bulan September 2022. Karena itu, Erick akan terus mempercepat proyek stretegis nasional (PSN) dalam memajukan pembangunan dan ekonomi Indonesia.

"Ini juga membuat kita harus optimis bahwa negara kita dalam kondisi yang terus memikirkan pembukaan lapangan kerja. Karena proyek strategis nasional ini akan menyerap banyak lapangan kerja," katanya.



Baca: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Berlanjut hingga Surabaya

Perpanjangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya diputuskan dalam rapat arahan yang dilakukan Presiden Joko Widodo bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.



Dalam arahan tersebut, Airlangga mengatakan kereta cepat dilanjutkan bahkan diperpanjang dari Jakarta-Bandung, Bandung-Surabaya. "Proyek ini akan ditindaklanjuti Menteri BUMN," kata Airlangga, Jumat (29/5/2020).

Perpanjangan proyek ini agar lebih ekonomis. Dengan demikian rencana proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya batal. Karena sudah diintegrasikan dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek kereta cepat ini akan dilakukan oleh konsorsium.
(bon)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top