Garuda Indonesia Optimis Operasional Pulih Bertahap di Semester II/2021
Selasa, 31 Agustus 2021 - 15:38 WIB
Garuda Indonesia meyakini kinerja operasional akan membaik di semester II seiring pelonggaran pembatasan mobilitas. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memproyeksikan kinerja operasional Perseroan akan menunjukkan tren pemulihan secara bertahap pada semester II/2021. Keyakinan itu didukung relaksasi kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat .
Sementara, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis guna mengakselerasikan perbaikan kinerja usaha. Antara lain, melalui konsolidasi operasi dan mendorong efisiensi.
"Tidak dapat dimungkiri bahwa pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air telah berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha jasa transportasi udara, tidak terkecuali bagi kami di Garuda Indonesia yang secara bisnis fundamental mengandalkan mobilitas masyarakat," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra di Jakarta, Selasa (31/8/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia Dipaksa Telan Pil Pahit, Rugi Rp12 Triliun di Kuartal II-2021
Realitas tersebut, jelas dia, tergambar dalam catatan kinerja usaha sepanjang Semester I/2021, dimana Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD696,8 juta atau turun sebesar 24% dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis guna mengakselerasikan perbaikan kinerja usaha. Antara lain, melalui konsolidasi operasi dan mendorong efisiensi.
"Tidak dapat dimungkiri bahwa pemberlakuan pembatasan mobilitas masyarakat seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air telah berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha jasa transportasi udara, tidak terkecuali bagi kami di Garuda Indonesia yang secara bisnis fundamental mengandalkan mobilitas masyarakat," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra di Jakarta, Selasa (31/8/2021).
Baca Juga: Garuda Indonesia Dipaksa Telan Pil Pahit, Rugi Rp12 Triliun di Kuartal II-2021
Realitas tersebut, jelas dia, tergambar dalam catatan kinerja usaha sepanjang Semester I/2021, dimana Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD696,8 juta atau turun sebesar 24% dibandingkan pendapatan usaha pada periode yang sama tahun lalu.
Lihat Juga :