Bangkit dari Pandemi, Pakar Beberkan 3 Peran Pemimpin Usaha di Masa Perubahan
Jum'at, 26 November 2021 - 22:22 WIB
Selanjutnya, menggerakkan produktivitas tim menjadi penting karena terjadi disrupsi pada pola dan metode kerja. Untuk memetakan jalan ke depan, pemimpin harus secara simultan merumuskan prioritas usahanya dan menjalankan berbagai inisiatif dengan baik.
"Ini berarti, pertama dan terutama, mereka harus memimpin dengan tujuan memperhatikan anggota tim, pelanggan dan sistem pendukung lainnya. Terakhir, menjaga kelangsungan bisnis artinya menyusun strategi bagaimana bisnis terus berlangsung," urainya.
Menurut dia, rumusnya cukup sederhana yaitu meningkatkan revenue dan menjaga efisiensi, mulai mencari dan menerapkan cara menggenjot efisiensi dan meningkatkan performa, yang meningkatkan revenue.
Lebih lanjut, dia mengupas cara agar usaha terus tumbuh dan bahkan bertahan turun temurun. Kuncinya adalah memiliki purpose atau alasan mendasar untuk lahir dan hadir di pasaran. Dia menekankan, alasan ini tidak cukup jika cuma mengejar profit, sebab profit hanya jangka pendek.
Sebaiknya purpose ini bisa menjadi kontribusi bagi dunia, bagi bangsa dan bagi kehidupan. Hal ini sudah dipraktikkan oleh perusahaan-perusahaan besar dunia.
“Ini membuat kita saat berbisnis tidak merasa berbisnis, melainkan seperti sedang menjalankan misi, namun tetap mendapat bayaran dan mengumpulkan keuntungan,” tutur Jamil.
Baca juga: Kabar Buruk dari China, Bisnis Kontainer Lumpuh Akibat Kebijakan Nol Covid
Usaha yang berorientasi profit semata, jelas berbeda dengan perusahaan yang berorientasi pada purpose. Perusahaan yang berorientasi pada purpose berusaha menambah value pelanggannya, menjaga bisnis pelanggannya, dan memastikan bisnis pelanggannya berkelanjutan.
Sisi purpose organisasi ini juga perlu dipertimbangkan saat memilih mitra dari organisasi atau perusahaan lain. Mitra yang akan diajak berkolaborasi sebaiknya memiliki tujuan yang sama dan hadir dengan investasi produk yang tepat dan sejalan dengan misi usaha kita.
"Ini berarti, pertama dan terutama, mereka harus memimpin dengan tujuan memperhatikan anggota tim, pelanggan dan sistem pendukung lainnya. Terakhir, menjaga kelangsungan bisnis artinya menyusun strategi bagaimana bisnis terus berlangsung," urainya.
Menurut dia, rumusnya cukup sederhana yaitu meningkatkan revenue dan menjaga efisiensi, mulai mencari dan menerapkan cara menggenjot efisiensi dan meningkatkan performa, yang meningkatkan revenue.
Lebih lanjut, dia mengupas cara agar usaha terus tumbuh dan bahkan bertahan turun temurun. Kuncinya adalah memiliki purpose atau alasan mendasar untuk lahir dan hadir di pasaran. Dia menekankan, alasan ini tidak cukup jika cuma mengejar profit, sebab profit hanya jangka pendek.
Sebaiknya purpose ini bisa menjadi kontribusi bagi dunia, bagi bangsa dan bagi kehidupan. Hal ini sudah dipraktikkan oleh perusahaan-perusahaan besar dunia.
“Ini membuat kita saat berbisnis tidak merasa berbisnis, melainkan seperti sedang menjalankan misi, namun tetap mendapat bayaran dan mengumpulkan keuntungan,” tutur Jamil.
Baca juga: Kabar Buruk dari China, Bisnis Kontainer Lumpuh Akibat Kebijakan Nol Covid
Usaha yang berorientasi profit semata, jelas berbeda dengan perusahaan yang berorientasi pada purpose. Perusahaan yang berorientasi pada purpose berusaha menambah value pelanggannya, menjaga bisnis pelanggannya, dan memastikan bisnis pelanggannya berkelanjutan.
Sisi purpose organisasi ini juga perlu dipertimbangkan saat memilih mitra dari organisasi atau perusahaan lain. Mitra yang akan diajak berkolaborasi sebaiknya memiliki tujuan yang sama dan hadir dengan investasi produk yang tepat dan sejalan dengan misi usaha kita.
Lihat Juga :