Ekspansi Bisnis ke Batu Bara, MNC Energy (IATA) Incar 1,4 Miliar Metrik Ton

Kamis, 10 Februari 2022 - 13:41 WIB
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan hari ini, Kamis (10/2/2022), para pemegang saham menyetujui perubahan bisnis utama IATA, dari yang sebelumnya transportasi udara menjadi perusahaan investasi, dengan investasi pada unit-unit bisnisnya yang bergerak di bidang usaha pertambangan, infrastruktur, dan transportasi udara.

Selain itu, Hary menjelaskan, bahwa perseroan juga telah mendapat restu dari pemegang sahamnya untuk mengambil alih 99,33% saham PT Bhakti Coal Resources (BCR) dari PT MNC Investama Tbk (BHIT). BCR merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan yang meliputi PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) dan PT Putra Muba Coal (PMC).

Keduanya sudah beroperasi dan aktif menghasilkan batu bara dengan kisaran GAR 2.800 – 3.600 kkal/kg. Dengan total area seluas 9.813 hektare, BSPC memiliki perkiraan total sumber daya 130,7 juta metrik ton [MT], sementara PMC memiliki 76,9 juta MT, dengan perkiraan total cadangan masing-masing sebesar 83,3 juta MT dan 54,8 juta MT

"Jadi besar sekali kalo sumber dayanya sudah berproduksi 2,5 juta metrik ton, pendapatan Rp1,1 triliun, sangat profitable dari 2 perusahaan tadi," jelas Hary.

Baca Juga: Jalankan Sentralisasi, Begini Mekanisme Terbaru Pembelian Batu Bara PLN
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!