Menakar Jurus Ampuh Pulihkan Industri Transportasi Saat Pandemi
Senin, 15 Juni 2020 - 08:03 WIB
Dia melanjutkan Kementerian, Lembaga dan BUMN yang memiliki kendaraan antar jemput pegawainya, dapat menambah jumlah armadanya, agar pegawainya dapat menggunakan transportasi umum. "Terkait pandemi covid-19 menuju era kebiasaan baru (new normal) perlu kehati-hatian dan tanggung jawab semua pihak terkait mobilitas warga. Mobilitas bukan hanya tanggung jawab dari Kementerian Perhubungan," imbuhnya.
Saat ini penanganan covid 19 dari sisi mobilitas baru sebatas di hilir saja, membatasi kapasitas 50% dan sejenisnya. Akan tetapi di hulu masih terlihat kedodoran membatasi pergerakan masyarakat dengan travel demand management (TDM).
Pembagian shift jam kerja juga dapat dipakai untuk TDM. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dapat meminta Kementerian Negara Penertiban Aparatur Negara untuk mengatur pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Kementerian Negara BUMN untuk mengatur pola kerja pegawai BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja untuk mengatur pola kerja karyawan swasta.
Ekonomi memang harus pulih, tapi perlu dipilih-pilih sektor ekonomi mana yang harus bergerak lebih dulu. "Intinya sektor-sektor esensial perlu dilepas terlebih dahulu di era kebiasaan baru (new normal). Sektor non esensial dilepas belakangan saat pandemi memang sudah terlihat jelas penurunan kurvanya," tandasnya.
Saat ini penanganan covid 19 dari sisi mobilitas baru sebatas di hilir saja, membatasi kapasitas 50% dan sejenisnya. Akan tetapi di hulu masih terlihat kedodoran membatasi pergerakan masyarakat dengan travel demand management (TDM).
Pembagian shift jam kerja juga dapat dipakai untuk TDM. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dapat meminta Kementerian Negara Penertiban Aparatur Negara untuk mengatur pola kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Kementerian Negara BUMN untuk mengatur pola kerja pegawai BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja untuk mengatur pola kerja karyawan swasta.
Ekonomi memang harus pulih, tapi perlu dipilih-pilih sektor ekonomi mana yang harus bergerak lebih dulu. "Intinya sektor-sektor esensial perlu dilepas terlebih dahulu di era kebiasaan baru (new normal). Sektor non esensial dilepas belakangan saat pandemi memang sudah terlihat jelas penurunan kurvanya," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :