Harga Minyak Rebound Setelah Ambruk di Bawah USD100 per Barel

Rabu, 16 Maret 2022 - 11:18 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan dalam pidato video yang dirilis Rabu pagi (16/3) bahwa posisi Ukraina dan Rusia dalam pembicaraan damai terdengar lebih realistis, tetapi masih diperlukan lebih banyak waktu.

"Para trader sedang menunggu lebih banyak petunjuk dari pembicaraan gencatan senjata setelah aksi jual dua hari di pasar minyak, tetapi harga minyak mentah mungkin terus berada di bawah tekanan karena inflasi yang tinggi pada akhirnya akan menyeret pertumbuhan ekonomi dan melemahkan permintaan," kata Tina Teng, seorang analis di Pasar CMC, dilansir Reuters, Rabu (16/3/2022).

Baca Juga: Bisa Pengaruhi Inflasi, Pasokan Pertalite Harus Dijaga

Sebelumnya, harga minyak mentah menetap di bawah USD100 per barel, untuk pertama kalinya sejak akhir Februari. Harga juga sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir akibat kekhawatiran melambatnya permintaan dari China, karena negara terpadat di dunia dan konsumen minyak terbesar kedua sedang memberlakukan langkah-langkah ketat untuk menahan penyebaran Covid-19.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!