Ngotot Tak Mau Bayar Gas Pakai Rubel, Pemimpin UE: Ini Pelanggaran Kontrak!

Jum'at, 25 Maret 2022 - 15:23 WIB
"Ada kontrak tetap di mana-mana, dengan mata uang di mana pengiriman harus dibayar menjadi bagian dari kontrak ini yang dalam banyak kasus adalah dalam euro atau dolar," kata Scholz di sela pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels Kamis lalu, seperti dilansir Reuters, Jumat (25/3/2022).

Hal itu diamini oleh Perdana Menteri Italia Mario Draghi. "Ini pada dasarnya adalah pelanggaran kontrak, ini penting untuk dipahami," tegasnya.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menyatakan persetujuannya, dan mengatakan bahwa keputusan Kremlin itu merupakan upaya untuk menghindari sanksi Uni Eropa terhadap Rusia. "Kami tidak akan membiarkan sanksi kami dielakkan. Waktu di mana energi dapat digunakan untuk memeras kami sudah berakhir," cetusnya.

Pembayaran dalam rubel akan menopang mata uang Rusia yang telah anjlok sejak invasi 24 Februari. Pidato Putin soal pembayaran gas dengan rubel berhasil mengangkat mata uang Rusia itu 9% terhadap dolar pada Rabu lalu.

Baca Juga: Jurus Rubel untuk Gas Rusia Bikin Sekutu AS di Eropa dan Asia Kelabakan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!