G7 Tolak Pembayaran dalam Rubel, Rusia: Kami Tak Akan Pasok Gas Secara Gratis
Selasa, 29 Maret 2022 - 16:26 WIB
Sementara, pada pertemuan para pemimpin Uni Eropa (UE) pada hari Jumat (25/3), tidak ada posisi yang sama terkait permintaan Rusia kepada negara-negara "tidak bersahabat" untuk membayar gasnya dalam rubel, bukan euro.
Kekhawatiran atas keamanan pasokan gas pun makin meningkat setelah perusahaan dan negara-negara UE berebut untuk memahami konsekuensinya.
Bank sentral Rusia, pemerintah dan Gazprom, yang menyumbang 40% dari impor gas Eropa, harus mempresentasikan proposal mereka untuk pembayaran gas dalam rubel kepada Presiden Vladimir Putin pada 31 Maret.
Sementara itu, para menteri energi dari negara-negara industri G7 menolak tuntutan pembayaran dalam rubel. "Semua menteri G7 telah sepakat bahwa ini adalah pelanggaran sepihak dan jelas dari kontrak yang ada," kata Menteri Ekonomi dan Perlindungan Iklim Jerman Robert Habeck kepada wartawan setelah konferensi virtual dengan para menteri energi G7.
Para menteri "sekali lagi menggarisbawahi bahwa kontrak yang dibuat adalah sah dan perusahaan harus dan harus menghormatinya. Pembayaran dalam rubel tidak dapat diterima, dan kami meminta perusahaan terkait untuk tidak memenuhi permintaan Putin," tegasnya.
Di bagian lain, harga gas grosir Belanda dan Inggris naik hingga 20% pada hari Senin (28/3) di tengah kekhawatiran tentang pasokan gas Rusia.
Kekhawatiran atas keamanan pasokan gas pun makin meningkat setelah perusahaan dan negara-negara UE berebut untuk memahami konsekuensinya.
Bank sentral Rusia, pemerintah dan Gazprom, yang menyumbang 40% dari impor gas Eropa, harus mempresentasikan proposal mereka untuk pembayaran gas dalam rubel kepada Presiden Vladimir Putin pada 31 Maret.
Sementara itu, para menteri energi dari negara-negara industri G7 menolak tuntutan pembayaran dalam rubel. "Semua menteri G7 telah sepakat bahwa ini adalah pelanggaran sepihak dan jelas dari kontrak yang ada," kata Menteri Ekonomi dan Perlindungan Iklim Jerman Robert Habeck kepada wartawan setelah konferensi virtual dengan para menteri energi G7.
Para menteri "sekali lagi menggarisbawahi bahwa kontrak yang dibuat adalah sah dan perusahaan harus dan harus menghormatinya. Pembayaran dalam rubel tidak dapat diterima, dan kami meminta perusahaan terkait untuk tidak memenuhi permintaan Putin," tegasnya.
Di bagian lain, harga gas grosir Belanda dan Inggris naik hingga 20% pada hari Senin (28/3) di tengah kekhawatiran tentang pasokan gas Rusia.
Lihat Juga :