IATA Mencatatkan Laba Bersih USD9,4 Juta di Kuartal Pertama 2022

Kamis, 21 April 2022 - 08:01 WIB
1. Harga gas dan minyak yang tinggi sehingga banyak yang beralih ke batu bara.

2. Embargo komoditas energi Rusia akibat invasi Rusia ke Ukraina.

3. Energi yang terbarukan masih belum dapat diandalkan untuk menggantikan peran batu bara.

4. Pemulihan ekonomi pasca pelonggaran lockdown Covid-19.

Tentang BCR, Bisnis Utama IATA yang Baru

Diakuisisi pada akhir tahun 2021, PT Bhakti Coal Resources (BCR) merupakan perusahaan induk dari sembilan perusahaan batu bara dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

BCR menargetkan produksi sebesar 7,8 juta MT pada tahun 2022 dari ke empat IUP yang dimiliki PT Putra Muba Coal (PMC), PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), PT Arthaco Prima Energi (APE) dan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!