Peternakan di Lampung Meningkat 10 Kali, Indonesia Tak Lagi Impor
Sabtu, 20 Juni 2020 - 14:36 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menargetkan adanya peningkatan sektor peternakan di Provinsi Lampung. Harapannya, peningakatan itu bisa mencapai 10 kali lipat.
"Kalau sudah begitu kita tidak perlu lagi impor, karena semua sudah terpenuhi oleh Lampung," ujar Syahrul di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). ( Baca:Bendungan Pidekso Dukung Jawa Tengah Jadi Lumbung Pangan Nasional )
Menurut dia, kebutuhan ternak di Indonesia mencapai 700 ribu ton, tetapi pemerintah hanya mampu mengurusi 400 ribu ton. Oleh karena itu, Provinsi Lampung diharapkan mampu memberi kontribusi besar dari sisa kebutuhan yang ada, yakni 300 ribu ton.
"Saat ini Provinsi Lampung merupakan provinsi strategis yang sudah memiliki pasar sendiri," katanya.
Alhasil, memudahkan pemasaran hasil ternaknya. Selain itu, Provinsi Lampung juga sudah mampu menghasilkan pakan ternak sendiri.
"Peternakan ini sangat menjanjikan untuk menyejahterakan masyarakat. Saya yakin Provinsi Lampung bisa menjadi contoh pertanian dan peternakan bagi seluruh Indonesa," katanya.
"Kalau sudah begitu kita tidak perlu lagi impor, karena semua sudah terpenuhi oleh Lampung," ujar Syahrul di Jakarta, Sabtu (20/6/2020). ( Baca:Bendungan Pidekso Dukung Jawa Tengah Jadi Lumbung Pangan Nasional )
Menurut dia, kebutuhan ternak di Indonesia mencapai 700 ribu ton, tetapi pemerintah hanya mampu mengurusi 400 ribu ton. Oleh karena itu, Provinsi Lampung diharapkan mampu memberi kontribusi besar dari sisa kebutuhan yang ada, yakni 300 ribu ton.
"Saat ini Provinsi Lampung merupakan provinsi strategis yang sudah memiliki pasar sendiri," katanya.
Alhasil, memudahkan pemasaran hasil ternaknya. Selain itu, Provinsi Lampung juga sudah mampu menghasilkan pakan ternak sendiri.
"Peternakan ini sangat menjanjikan untuk menyejahterakan masyarakat. Saya yakin Provinsi Lampung bisa menjadi contoh pertanian dan peternakan bagi seluruh Indonesa," katanya.
Lihat Juga :