Terbongkar! Ini Rencana Darurat Jerman Jika Rusia Tiba-tiba Stop Pasokan Gas
Selasa, 10 Mei 2022 - 16:56 WIB
Tapi mereka sekarang takut Rusia menyetop aliran gas secara sepihak dan ingin agar dapat mengatasinya jika hal itu benar-benar terjadi. Rincian tentang bagaimana rencana itu akan dilaksanakan menurut para pejabat tersebut sekarang sedang dibahas.
Menurut para sumber tersebut, Pemerintah akan kembali memberikan pinjaman dan jaminan lebih lanjut untuk menopang perusahaan energi, membantu mereka mengatasi kenaikan harga, dan dapat mengambilalih perusahaan energi penting, seperti kilang, jika diperlukan.
Diminta untuk mengomentari langkah-langkah tersebut, kementerian ekonomi Jerman menunjuk pada pernyataan ketuanya, Wakil Rektor Robert Habeck, bahwa negara itu telah melakukan "upaya intensif" dalam beberapa pekan terakhir untuk mengurangi penggunaan energi Rusia.
Bulan lalu, Berlin menyetujui perubahan hukum untuk memungkinkannya mengambil alih perusahaan energi sebagai upaya terakhir.
Menurut para sumber, saat ini sedang dibahas bagaimana tindakan tersebut dapat dilakukan dalam praktik, seperti misalnya dengan mengambil kendali kilang PCK yang dioperasikan oleh Rosneft Rusia di Schwedt dekat Polandia. Kilang ini menyumbang sebagian besar sisa impor minyak Rusia Jerman dan dapat terkena embargo minyak Uni Eropa.
Salah satu sumber mengatakan bahwa nasionalisasi perusahaan energi adalah pilihan yang sedang dipertimbangkan. Akan tetapi, langkah itu harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan dibenarkan dengan alasan mengamankan pasokan energi, bukan terkait sanksi bagi Rusia.
Dua orang yang mengetahui masalah tersebut mnambahkan, Jerman juga dapat mengambil saham di perusahaan lain. Pada tahun 2018, Jerman mengambil langkah itu ketika bank pembangunan negara KfW membeli 20% dari operator jaringan energi 50Hertz untuk menepis tawaran dari State Grid China.
Menurut para sumber tersebut, Pemerintah akan kembali memberikan pinjaman dan jaminan lebih lanjut untuk menopang perusahaan energi, membantu mereka mengatasi kenaikan harga, dan dapat mengambilalih perusahaan energi penting, seperti kilang, jika diperlukan.
Diminta untuk mengomentari langkah-langkah tersebut, kementerian ekonomi Jerman menunjuk pada pernyataan ketuanya, Wakil Rektor Robert Habeck, bahwa negara itu telah melakukan "upaya intensif" dalam beberapa pekan terakhir untuk mengurangi penggunaan energi Rusia.
Bulan lalu, Berlin menyetujui perubahan hukum untuk memungkinkannya mengambil alih perusahaan energi sebagai upaya terakhir.
Menurut para sumber, saat ini sedang dibahas bagaimana tindakan tersebut dapat dilakukan dalam praktik, seperti misalnya dengan mengambil kendali kilang PCK yang dioperasikan oleh Rosneft Rusia di Schwedt dekat Polandia. Kilang ini menyumbang sebagian besar sisa impor minyak Rusia Jerman dan dapat terkena embargo minyak Uni Eropa.
Salah satu sumber mengatakan bahwa nasionalisasi perusahaan energi adalah pilihan yang sedang dipertimbangkan. Akan tetapi, langkah itu harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan dibenarkan dengan alasan mengamankan pasokan energi, bukan terkait sanksi bagi Rusia.
Dua orang yang mengetahui masalah tersebut mnambahkan, Jerman juga dapat mengambil saham di perusahaan lain. Pada tahun 2018, Jerman mengambil langkah itu ketika bank pembangunan negara KfW membeli 20% dari operator jaringan energi 50Hertz untuk menepis tawaran dari State Grid China.
Lihat Juga :