Upaya Mengukur Kekuatan Ikatan Brand dengan Konsumen
Sabtu, 21 Mei 2022 - 00:35 WIB
Dengan meningkatnya pengguna internet, customer atau consumer engagement (salah satu ukuran kinerja brand) selalu menjadi perhatian para pengelola dan pemilik brand karena berkorelasi dengan kinerja pemasaran. Untuk mengukur itu, MIX MarComm (lembaga riset marketing) dan Ivosights (agensi pemilik Ripple10 Digital Listening Tools) meranking kekuatan ikatan merek-merek di 16 kategori produk atau industri agar dapat menjadi acuan level kinerja masing-masing brand di industrinya.
Pengukuran brand engagement ini dilakukan dengan warganet di kanal digital masing-masing brand karena saat ini populasi warganet semakin besar, mencapai lebih dari 73% populasi penduduk Indonesia.
Menurut Lis Hendriani, Pemimpin MIX MarComm, salah satu indikator brand engagement di dunia maya adalah ketika kalangan warganet sering menyebut brand di laman media sosial mereka maupun di laman media sosial brand (melakukan conversation), ketika mereka beramai-ramai merespons positif setiap unggahan brand di akun media sosial brand (memberikan applause), atau ketika mereka dengan sukarela membagikan percakapan positif tentang brand kepada para follower-nya (melakukan amplification).
“Pada tahun ini, MIX MarComm mencoba memperluas pengukuran brand engagement ke industri lain, terutama ke industri yang kinerjanya selalu diukur oleh SWA Group, melalui survei tahunan Indonesia Best Brand Award (IBBA),” papar Lis, Jumat (20/5/2022).
Pada “Indonesia Most Engaging Brand 2022”, ada sekitar 150 brand dari 16 industri yang diukur tingkat engagement-nya dengan warganet. Pemilihan brand di masing-masing industri ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa mereka terindikasi sebagai Top-10 Indonesia Best Brand 2021 dan atau mereka adalah peraih Top-10 Brand Engagement pada tahun sebelumnya.
Pengukuran brand engagement ini dilakukan dengan warganet di kanal digital masing-masing brand karena saat ini populasi warganet semakin besar, mencapai lebih dari 73% populasi penduduk Indonesia.
Menurut Lis Hendriani, Pemimpin MIX MarComm, salah satu indikator brand engagement di dunia maya adalah ketika kalangan warganet sering menyebut brand di laman media sosial mereka maupun di laman media sosial brand (melakukan conversation), ketika mereka beramai-ramai merespons positif setiap unggahan brand di akun media sosial brand (memberikan applause), atau ketika mereka dengan sukarela membagikan percakapan positif tentang brand kepada para follower-nya (melakukan amplification).
“Pada tahun ini, MIX MarComm mencoba memperluas pengukuran brand engagement ke industri lain, terutama ke industri yang kinerjanya selalu diukur oleh SWA Group, melalui survei tahunan Indonesia Best Brand Award (IBBA),” papar Lis, Jumat (20/5/2022).
Pada “Indonesia Most Engaging Brand 2022”, ada sekitar 150 brand dari 16 industri yang diukur tingkat engagement-nya dengan warganet. Pemilihan brand di masing-masing industri ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa mereka terindikasi sebagai Top-10 Indonesia Best Brand 2021 dan atau mereka adalah peraih Top-10 Brand Engagement pada tahun sebelumnya.
Lihat Juga :