Transisi ke Endemi, Menkeu Waspadai Perlambatan Ekonomi Dunia
Senin, 23 Mei 2022 - 19:57 WIB
Sri mewaspadai downside risks yang semakin dominan, yang berasal dari perang Rusia-Ukraina yang masih memanas, tekanan inflasi yang tinggi, disrupsi rantai pasok, dan perlambatan ekonomi China.
Baca juga: Inflasi Tinggi Bayangi Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
"Ekspansi manufaktur global juga masih berlanjut, namun masih sedikit melambat pada bulan April 2022,” ungkapnya.
“Perlambatan ini disebabkan oleh berbagai tantangan global, seperti restriksi Covid-19 ketat di China, tensi geopolitik, disrupsi supply chain, dan kenaikan tekanan inflasi," imbuh Menkeu.
Sementara itu, sambung dia, laju ekonomi manufaktur Indonesia menguat ke 51,9. "Ini seiring kondisi ekonomi domestik yang membaik," tutup Sri.
Baca juga: Inflasi Tinggi Bayangi Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
"Ekspansi manufaktur global juga masih berlanjut, namun masih sedikit melambat pada bulan April 2022,” ungkapnya.
“Perlambatan ini disebabkan oleh berbagai tantangan global, seperti restriksi Covid-19 ketat di China, tensi geopolitik, disrupsi supply chain, dan kenaikan tekanan inflasi," imbuh Menkeu.
Sementara itu, sambung dia, laju ekonomi manufaktur Indonesia menguat ke 51,9. "Ini seiring kondisi ekonomi domestik yang membaik," tutup Sri.
(ind)
Lihat Juga :