Catat!, Rokok Elektrik Tidak Diperuntukkan Bagi Anak di Bawah 18 Tahun

Rabu, 29 Juni 2022 - 07:54 WIB
Sebagai pemilik vape store dan pendiri komunitas, Rifqi sangat tegas menolak orang-orang di bawah usia 18 tahun untuk menggunakan vape. Setiap konsumen yang datang akan langsung dimintakan KTP untuk memastikan yang bersangkutan sudah di atas 18 tahun. Begitu pun jika membeli secara online.

Founder Vapepackers, Rhomedal Aquino pada kesempatan terpisah menambahkan, berkembangnya industri vape secara masif tentu juga membawa tantangan yang kian berat. Salah satunya, soal pembatasan akses untuk anak-anak berusia di bawah 18 tahun.

"Tantangannya ya pada ujung tombak kita, gerai atau toko retail itu sendiri, apakah mereka memegang teguh prinsip yang sama atau mementingkan soal uang. Itu tantangannya. Kalau kita tahu ada toko-toko yang bandel menjual ke anak-anak yang di bawah umur, otomatis kita akan laporkan ke pihak yang berwajib," lanjut Rhomedal.

Rhomedal mengakui, pembelian secara online juga masih menyulitkan toko-toko vape dalam melakukan skrining pengguna. Namun, ia percaya bahwa dengan komitmen yang sudah dilakukan oleh gerai-gerai vape store secara offline, sudah cukup membantu.

Menurutnya, mereka yang di bawah umur biasanya tidak memiliki akses untuk rekening, transfer, dan kartu kredit. Paling tidak, upaya-upaya dan komitmen tersebut sudah meminimalkan risiko adanya pengguna di bawah umur.

Butuh Peran Pemerintah

Pengetatan akses terhadap produk, baik rokok konvensional ataupun alternatif sudah dilakukan. Toko-toko vape melakukan skrining melalui KTP bagi pengunjung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!