Potret Kinerja Perbankan Mei 2022: Nilai Restrukturisasi Kredit Covid-19 Tinggal Rp596,25 Triliun
Kamis, 30 Juni 2022 - 15:06 WIB
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan, yakni sebesar 9,93% yoy, dan pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan giro. Dengan adanya pertumbuhan tersebut, likuiditas industri perbankan pada Mei 2022 masih berada pada level yang memadai.
Hal tersebut terlihat dari rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK masing-masing 137,14% dan 30,80%, terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50% dan 10%.
Baca juga: 5 Duda Terkaya di Dunia yang Hartanya Melimpah, Nomor 1 Bukan Bill Gates
"Ke depan, OJK terus memperkuat kerja pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal," tandas Anto.
Hal tersebut terlihat dari rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK masing-masing 137,14% dan 30,80%, terjaga di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50% dan 10%.
Baca juga: 5 Duda Terkaya di Dunia yang Hartanya Melimpah, Nomor 1 Bukan Bill Gates
"Ke depan, OJK terus memperkuat kerja pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal," tandas Anto.
(uka)
Lihat Juga :