Balik Melawan Rusia, Eropa Sepakat Mengurangi 15 Persen Penggunaan Gas
Rabu, 27 Juli 2022 - 06:39 WIB
Di tempat lain negara-negara Baltik, yang tidak terhubung dengan sistem kelistrikan Eropa dan sangat bergantung pada gas untuk produksi listrik juga dibebaskan dari target wajib. Hal ini untuk menghindari risiko krisis pasokan listrik saat krisis gas Eropa menjalar.
Negara-negara Eropa lain juga dapat meminta untuk dibebaskan, jika pengisian penyimpanan gas telah melampaui target. Atau jika industri mereka sangat bergantung pada gas, atau jika konsumsi gas mereka telah meningkat setidaknya 8% dalam setahun terakhir dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir.
Nathan Piper, seorang analis minyak dan gas untuk Investec, mengatakan ada "harga politik dan ekonomi yang tinggi" karena UE berupaya mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia. Dimana harga itu tercermin dalam pengecualian bagi anggota, yang kemungkinan akan mengurangi dampak dari langkah-langkah tersebut.
Tetapi Komisaris Eropa untuk Energi, Kadri Simson mengatakan, perhitungan awal menunjukkan bahwa bahkan jika semua pengecualian untuk ransum digunakan. UE secara keseluruhan masih akan mengurangi permintaan ke tingkat "yang akan membantu kita dengan aman melalui musim dingin rata-rata".
Dia juga menguraikan pekerjaan untuk meningkatkan pasokan gas alternatif dari negara-negara termasuk Azerbaijan, Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, Mesir, dan Israel.
Menjelang pengumuman kesepakatan, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan: "Tentu saja ada banyak kompromi dalam teks ini sekarang. Beginilah cara kerja Eropa."
Habeck mengatakan "masalah mungkin terjadi" bahwa semua pengecualian menyebabkan "terlalu banyak birokrasi sehingga kita terlalu lambat di saat krisis". Tetapi dia menambahkan pengecualian itu "masuk akal".
Hongaria adalah satu-satunya anggota yang menentang kesepakatan itu.
Negara-negara Eropa lain juga dapat meminta untuk dibebaskan, jika pengisian penyimpanan gas telah melampaui target. Atau jika industri mereka sangat bergantung pada gas, atau jika konsumsi gas mereka telah meningkat setidaknya 8% dalam setahun terakhir dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir.
Nathan Piper, seorang analis minyak dan gas untuk Investec, mengatakan ada "harga politik dan ekonomi yang tinggi" karena UE berupaya mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia. Dimana harga itu tercermin dalam pengecualian bagi anggota, yang kemungkinan akan mengurangi dampak dari langkah-langkah tersebut.
Tetapi Komisaris Eropa untuk Energi, Kadri Simson mengatakan, perhitungan awal menunjukkan bahwa bahkan jika semua pengecualian untuk ransum digunakan. UE secara keseluruhan masih akan mengurangi permintaan ke tingkat "yang akan membantu kita dengan aman melalui musim dingin rata-rata".
Dia juga menguraikan pekerjaan untuk meningkatkan pasokan gas alternatif dari negara-negara termasuk Azerbaijan, Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, Mesir, dan Israel.
Menjelang pengumuman kesepakatan, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan: "Tentu saja ada banyak kompromi dalam teks ini sekarang. Beginilah cara kerja Eropa."
Habeck mengatakan "masalah mungkin terjadi" bahwa semua pengecualian menyebabkan "terlalu banyak birokrasi sehingga kita terlalu lambat di saat krisis". Tetapi dia menambahkan pengecualian itu "masuk akal".
Hongaria adalah satu-satunya anggota yang menentang kesepakatan itu.
Lihat Juga :