Dampak Pandemi Semakin Berat TMMIN Hanya Ekspor Komponen
Senin, 29 Juni 2020 - 10:08 WIB
Warih menambahkan, kondisi tersebut diperparah negara-negara tujuan ekspor seperti di Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika juga terdampak COVID-19. Ditambah kondisi ekonomi negara-negara Amerika Latin terpuruk cukup dalam. Kondisi ini dikhawatirka membuat industri automotif di tanah air semakin terpuruk. “Kami berharap di akhir tahun ada perbaikan,” tegasnya.
Di pasar domestik, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjuakab mobil hanya akan menembus 600.000 unit, dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 1,03 juta unit
Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam, mengungkapkan, ekonomi negara-negara utama yang menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia ternyata lebih parah seperti di Amerika Latin yang neraca perdagangannya negatif, kemudian Timur Tengah ekonominya turun karena harga minyak anjlok.
"Harga minyak diprediksi baru mencapai 60 dolar per barel pada 2022. Selain itu Arab Saudi menaikkan VAT (Pajak Pertambahan Nilai) dan pajak impornya dari 5 menjadi 7 persen," katanya. (Baca juga: Chicco Jerikho Keranjingan Gowes Sepeda)
Dengan kondisi tersebut, Bob menilai ekspor mobil Toyota Indonesia sangat berat dan dipastikan anjlok cukup dalam.
Di pasar domestik, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjuakab mobil hanya akan menembus 600.000 unit, dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 1,03 juta unit
Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam, mengungkapkan, ekonomi negara-negara utama yang menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia ternyata lebih parah seperti di Amerika Latin yang neraca perdagangannya negatif, kemudian Timur Tengah ekonominya turun karena harga minyak anjlok.
"Harga minyak diprediksi baru mencapai 60 dolar per barel pada 2022. Selain itu Arab Saudi menaikkan VAT (Pajak Pertambahan Nilai) dan pajak impornya dari 5 menjadi 7 persen," katanya. (Baca juga: Chicco Jerikho Keranjingan Gowes Sepeda)
Dengan kondisi tersebut, Bob menilai ekspor mobil Toyota Indonesia sangat berat dan dipastikan anjlok cukup dalam.
Lihat Juga :