Meningkatkan Kolaborasi Pemerintah Daerah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Jum'at, 25 Juni 2021 - 23:22 WIB
loading...
Meningkatkan Kolaborasi...
Kolaborasi pemerintah daerah dengan para stakeholder akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Dunia sedang dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang belum usai dan cenderung memburuk. Kondisi tak menguntungkan itu juga dialami Indonesia sebagai Negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Bahkan, di beberapa negara Eropa sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga (third waves) akibat adanya varian virus baru. Indonesia sendiri sedang menghadapi gelombang kedua pandemi dengan ditemukannya varian baru yang oleh para pakar kesehatan disebut sebagai varian Delta.

Varian yang penyebarannya lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya. Sejumlah strategi pemulihan ekonomi sudah dilaksanakan Pemerintah, di antaranya dengan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di 2021, dengan anggaran mencapai Rp699,43 triliun (atau naik 21% dari realisasi PEN 2020). Program kesehatan dan perlindungan sosial difokuskan untuk menjaga kesehatan publik dan daya beli masyarakat.

Selain itu, dukungan PEN juga diarahkan kepada dunia usaha dan menjaga keberlangsungan sektor strategis. Realisasi Program PEN sampai 9 April 2021 mencapai Rp130,16 triliun atau 18,6% dari pagu. Peran ekonomi daerah dalam kondisi saat ini sangat penting untuk menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional. Daya tahan sektor riil dan sektor keuangan serta kecepatan pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada efektivitas implementasi stimulus perekonomian yang dilakukan daerah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Sarman Simanjorang menegaskan, dalam rangka mendukung pemulihan perekonomian nasional, pemerintah daerah di seluruh Indonesia perlu menggali dan memaksiamalkan potensi di daerah. Juga penyerapan anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga kegiatan perekonomian di daerah berjalan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan. ‘’Di daerah ada yang namanya Inspektorat dan Bappeda, sehingga penggunaan anggaran harus tepat sasaran dan tepat waktu. Segala sesuatunya harus dimaksimalkan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional,’’tegas Sarman di Jakarta Jumat (25/6/2021).

Pemeritah daerah, harus menyadari bahwa sektor swasta sedang terpuruk. Sehingga anggaran dari pemerintah baik pusat maupun daerah bisa menjadi stimulus dalam rangka memberikan respons terhadap kondisi yang sedang dialami akibat pandemi Covid-19. Menurut Sarman, dalam rangka mendukung pemulhan perekonoman nasional, pemerintah daerah bisa mengakselerasi sektor-sektor yang mampu bergerak cepat di masa pandemi saat ini. Misalnya, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. ‘’Kalau dilihat di skala nasional sektor telekomunikasi, energi dan e-commerce sedang tumbuh pesat. Nah, di daerah dari sistem ekonomi tradisonal, yang bisa bertumbuh itu perkebunan, kelautan dan pertanian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belanja Pegawai Pemda...
Belanja Pegawai Pemda Maksimal 30% dari APBD, Bakal Ada Pengurangan PPPK?
Rencana Pemda Pungut...
Rencana Pemda Pungut Pajak Air Permukaan dari Pohon Sawit Dinilai Langgar UU
Pemda, BUMN dan BUMD...
Pemda, BUMN dan BUMD Bisa Utang ke Pusat, Ini Kata Purbaya
Menkeu Purbaya Ogah...
Menkeu Purbaya Ogah Duduk Bareng Pemda Soal Dana Mengendap: Bukan Urusan Saya
3 Pemda yang Parkir...
3 Pemda yang Parkir Dana Terbesar di Bank, Paling Besar DKI Jakarta Rp14,68 Triliun
Purbaya Tegaskan Data...
Purbaya Tegaskan Data Dana Pemda di Bank Valid, Desak Gubernur Cek Ulang Kas Daerah
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved