Perusahaan Produk Kecantikan Mulai Usung Konsep Bisnis Berkelanjutan
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:43 WIB
Umesh melanjutkan, Sharing Beauty With All yang merupakan komitmen ambisius dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan telah mentransformasi bagaimana L’Oreal Indonesia menjalankan bisnis. "Kami akan terus berupaya mendorong hasil yang lebih baik melalui komitmen yang lebih kuat dalam L’Oreal For The Future," tegasnya.
Adapun menurut Communications, Public Affairs, and Sustainability Director L'Oreal Indonesia Melanie Masriel, implementasi "Sharing Beauty with All di Indonesia" lebih pada pembenahan secara internal, terutama untuk meminimalisasi emisi karbon dan water waste. (Baca: Kemenhub Bantah Sedang Siapan Regulasi Pajak Sepeda)
"Tujuh tahun sudah kami menjalani program ambisius ini dan semua pihak telah sangat fokus. Selesai tahun ini, kami tak ingin berhenti. Tak boleh ada waktu yang dibuang sia-sia," ujar Melanie.
Senada dengan pernyataan Agon, menurut Melanie, perusahaan ini mempercepat transformasi menuju model bisnis yang menghormati batasan-batasan planet dan memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan dan inklusinya. Buktinya, perusahaan ini telah mencanangkan tiga periode transformasi bisnis. “Pertama pada tahun 2025, di mana seluruh lokasi operasi L’Oreal akan mencapai karbon netral melalui peningkatan energi efisiensi dan menggunakan 100% energi terbarukan,” ujar Melanie.
Kedua, menurut Melanie, pada tahun 2030, 100% plastik yang digunakan pada kemasan produk L’Oreal merupakan hasil dari daur ulang atau berasal dari bahan berbasis bio (alam). Ketiga, pada tahun 2030 juga, L’Oreal akan mengurangi seluruh emisi gas rumah kaca sebanyak 50% per produk.
Selanjutnya perusahaan kosmetik ini berkontribusi untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dunia dengan mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan yang mendesak. Hal ini melalui perencanaan yang belum dilakukan sebelumnya yang diluncurkan pada bulan Mei 2020.
Adapun menurut Communications, Public Affairs, and Sustainability Director L'Oreal Indonesia Melanie Masriel, implementasi "Sharing Beauty with All di Indonesia" lebih pada pembenahan secara internal, terutama untuk meminimalisasi emisi karbon dan water waste. (Baca: Kemenhub Bantah Sedang Siapan Regulasi Pajak Sepeda)
"Tujuh tahun sudah kami menjalani program ambisius ini dan semua pihak telah sangat fokus. Selesai tahun ini, kami tak ingin berhenti. Tak boleh ada waktu yang dibuang sia-sia," ujar Melanie.
Senada dengan pernyataan Agon, menurut Melanie, perusahaan ini mempercepat transformasi menuju model bisnis yang menghormati batasan-batasan planet dan memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan dan inklusinya. Buktinya, perusahaan ini telah mencanangkan tiga periode transformasi bisnis. “Pertama pada tahun 2025, di mana seluruh lokasi operasi L’Oreal akan mencapai karbon netral melalui peningkatan energi efisiensi dan menggunakan 100% energi terbarukan,” ujar Melanie.
Kedua, menurut Melanie, pada tahun 2030, 100% plastik yang digunakan pada kemasan produk L’Oreal merupakan hasil dari daur ulang atau berasal dari bahan berbasis bio (alam). Ketiga, pada tahun 2030 juga, L’Oreal akan mengurangi seluruh emisi gas rumah kaca sebanyak 50% per produk.
Selanjutnya perusahaan kosmetik ini berkontribusi untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dunia dengan mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan yang mendesak. Hal ini melalui perencanaan yang belum dilakukan sebelumnya yang diluncurkan pada bulan Mei 2020.
Lihat Juga :