Mengukur Emiten Pencetak Cuan Tertinggi buat Investor
Kamis, 08 September 2022 - 21:02 WIB
10 besar perusahaan yang mencetak WAI postif tahun 2022 adalah Merdeka Copper Gold, Bank Raya Indonesia, Barito Pacific Timber, Harum Energy, BFI Finance Indonesia, Fajar Surya Wisesa, Indo Tambangraya Megah, Bank Sinarmas, Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Timah. Sementara emiten lain yang WAI-nya positif di antaranya PT Solusi Tunas Pratama Tbk dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk.
Tujuan penerapan WAI sebagaimana diungkapkan oleh Lucky Bayu Purnomo, analis saham dari LBP Institute (Lembaga Pusat Penelitian Ekonomi & Investasi), adalah menyempurnakan perhitungan return yang diperoleh dari pasar dan pemegang saham perusahaan. Untuk itu, dalam tujuan mencapai kesempurnaan imbal hasil antara pemegang saham perusahaan dan pemegang saham eksternal atau publik, emiten harus mampu terus-menerus meningkatkan kapitalisasi pasarnya karena merupakan rumus dasar menghitung WAI.
Kapitalisasi pasar yang besar bisa didapat bila ada kepercayaan publik atau pemegang saham terhadap kemampuan perusahaan mendistribusikan kekayaan. Menurut Lucky Bayu, perusahaan-perusahaan yang mencetak WAI positif ciri-cirinya antara lain memiliki orientasi kegiatan bisnis konglomerasi, memiliki kegiatan bisnis yang terintegrasi (baik langsung maupun tidak), dan harus menjadi perusahaan yang berkelanjutan dengan konsep.
"Jika tidak meningkatkan kapitalisasi pasarnya, paling tidak bisa menjaganya agar tidak turun,” ungkap Lucky.
Lantas, sektor apa yang mendominasi WAI positif? Rupanya, sektor perbankan berkontribusi signifikan dalam daftar perusahaan SWA 100 2022 yang mencetak WAI positif. Ada BCA, Bank Raya, Bank Mega, Bank Sinar Mas, dan Maybank. Kemudian, sektor material berkontribusi 7 perusahaan, yaitu Merdeka Copper Gold, Chandra Asri Petrochemical, Barito Pacific, Aneka Tambang, Fajar Surya Wisesa, Vale Indonesia, dan PT Timah.
Sektor energi tahun ini pencetak WAI positif naik menjadi 5 perusahaan: Bayan Resources, Golden Energy Mines, PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Harum Energy, dan Indo Tambangraya Megah.
Di mata Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Sekuritas, sektor perbankan berkilau dalam mencetak WAI positif lantaran Indonesia sangat diuntungkan dengan kondisi fundamental yang solid. Kondisi fundamental mendorong terjadinya peningkatan kinerja pertumbuhan kredit.
Tujuan penerapan WAI sebagaimana diungkapkan oleh Lucky Bayu Purnomo, analis saham dari LBP Institute (Lembaga Pusat Penelitian Ekonomi & Investasi), adalah menyempurnakan perhitungan return yang diperoleh dari pasar dan pemegang saham perusahaan. Untuk itu, dalam tujuan mencapai kesempurnaan imbal hasil antara pemegang saham perusahaan dan pemegang saham eksternal atau publik, emiten harus mampu terus-menerus meningkatkan kapitalisasi pasarnya karena merupakan rumus dasar menghitung WAI.
Kapitalisasi pasar yang besar bisa didapat bila ada kepercayaan publik atau pemegang saham terhadap kemampuan perusahaan mendistribusikan kekayaan. Menurut Lucky Bayu, perusahaan-perusahaan yang mencetak WAI positif ciri-cirinya antara lain memiliki orientasi kegiatan bisnis konglomerasi, memiliki kegiatan bisnis yang terintegrasi (baik langsung maupun tidak), dan harus menjadi perusahaan yang berkelanjutan dengan konsep.
"Jika tidak meningkatkan kapitalisasi pasarnya, paling tidak bisa menjaganya agar tidak turun,” ungkap Lucky.
Lantas, sektor apa yang mendominasi WAI positif? Rupanya, sektor perbankan berkontribusi signifikan dalam daftar perusahaan SWA 100 2022 yang mencetak WAI positif. Ada BCA, Bank Raya, Bank Mega, Bank Sinar Mas, dan Maybank. Kemudian, sektor material berkontribusi 7 perusahaan, yaitu Merdeka Copper Gold, Chandra Asri Petrochemical, Barito Pacific, Aneka Tambang, Fajar Surya Wisesa, Vale Indonesia, dan PT Timah.
Sektor energi tahun ini pencetak WAI positif naik menjadi 5 perusahaan: Bayan Resources, Golden Energy Mines, PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Harum Energy, dan Indo Tambangraya Megah.
Di mata Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, analis Binaartha Sekuritas, sektor perbankan berkilau dalam mencetak WAI positif lantaran Indonesia sangat diuntungkan dengan kondisi fundamental yang solid. Kondisi fundamental mendorong terjadinya peningkatan kinerja pertumbuhan kredit.
Lihat Juga :