Jelang Pengumuman Inflasi AS, Harga Minyak Mentah Terkoreksi

Selasa, 13 September 2022 - 10:00 WIB
Di Amerika Serikat, cadangan minyak darurat turun 8,4 juta barel menjadi 434,1 juta barel per 9 September, yang notabene level terendah sejak Oktober 1984, demikian menurut data yang dirilis Departemen Energi AS (DOE), dilansir Reuters, Selasa (13/9/2022).

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden pada bulan Maret lalu telah menetapkan rencana untuk melepaskan 1 juta barel minyak per hari selama enam bulan dari cadangan minyak strategis (SPR) untuk mengurangi lonjakan harga bahan bakar AS yang tinggi, yang telah berkontribusi pada inflasi.

Sekretaris Departemen Energi AS, Jennifer Granholm, mengatakan bahwa pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan untuk merilis SPR lebih lanjut mengingat program ini akan berakhir pada Oktober mendatang. Namun, hal itu mendapat peringatan dari Departemen Keuangan AS, yang menyatakan bahwa pembatasan itu dapat membuat harga minyak mentah dan bahan bakar AS lebih tinggi lagi musim dingin ini.

Baca juga: 7 Rekomendasi Motor Listrik Produksi Indonesia yang Siap Dibeli

Sejalan dengan hal itu, negara-negara G7 akan menerapkan batas harga minyak Rusia demi membatasi pendapatan ekspor minyak Kremlin. Ini merupakan bagian dari sanksi barat untuk menghukum Rusia atas agresi militernya di Ukraina.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!