Harga CPO Malaysia Terkerek Lebih dari 3%, Ini Faktor Pemicunya
Rabu, 05 Oktober 2022 - 14:12 WIB
Impor minyak sawit India melonjak di bulan September ke level tertingginya setahun ini, didorong oleh permintaan minyak tropis yang kuat menjelang musim festival ditambah diskon harga yang cukup besar dibandingkan dengan jenis minyak nabati lainnya.
Namun, permintaan minyak sawit diperkirakan masih akan terbatas karena berkurangnya demand dari China yang beberapa wilayahnya masih melakukan pembatasan mobilitas dari Covid-19.
"Investor akan mengawasi setiap pengumuman tentang pelonggaran kebijakan nol-Covid China selama kongres nasional Partai Komunis yang berkuasa mulai 16 Oktober, kata seorang analis yang berbasis di Kuala Lumpur, dilansir Reuters, Rabu (5/10/2022). "Ketika China mulai kembali ke normal baru pasca-Covid, permintaan diperkirakan akan meningkat," kata analis.
Sementara itu, Indonesia dipastikan akan memperpanjang kebijakan pembebasan pungutan ekspor CPO hingga akhir tahun.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan ini diambil menyusul harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani yang masih rendah,
Namun, permintaan minyak sawit diperkirakan masih akan terbatas karena berkurangnya demand dari China yang beberapa wilayahnya masih melakukan pembatasan mobilitas dari Covid-19.
"Investor akan mengawasi setiap pengumuman tentang pelonggaran kebijakan nol-Covid China selama kongres nasional Partai Komunis yang berkuasa mulai 16 Oktober, kata seorang analis yang berbasis di Kuala Lumpur, dilansir Reuters, Rabu (5/10/2022). "Ketika China mulai kembali ke normal baru pasca-Covid, permintaan diperkirakan akan meningkat," kata analis.
Sementara itu, Indonesia dipastikan akan memperpanjang kebijakan pembebasan pungutan ekspor CPO hingga akhir tahun.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, kebijakan ini diambil menyusul harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani yang masih rendah,
(ind)
Lihat Juga :