Dilanda Aksi Jual, Harga Minyak Mentah Tergelincir

Senin, 10 Oktober 2022 - 09:56 WIB
"Pemotongan produksi jelas bikin bullish," kata analis ING dalam sebuah catatan.

"Namun, jelas masih ada banyak ketidakpastian lain di pasar, termasuk cara pasokan minyak Rusia berkembang karena larangan minyak UE dan adanya penetapan batas harga negara-negara G7, serta prospek permintaan yang melemah terpicu perlambatan ekonomi," lanjutnya.

Baca juga: Aktor Star Trek Ceritakan Pengalaman ke Luar Angkasa dengan Tiket Rp300 Miliar

Sejumlah analis lain telah menaikkan perkiraan mereka atas harga minyak mentah dan mengharapkan Brent naik di atas USD100 per barel dalam beberapa bulan mendatang. Katalis lain yang mampu mengerek harga adalah pelonggaran pembatasan Covid-19 di China pada kuartal keempat dan 2023, yang dapat membuat permintaan minyak pulih dan menawarkan kenaikan lebih lanjut.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!