Mantan Bos Pertamina Buka-bukaan soal Harga Keekonomian Pertalite
Senin, 24 Oktober 2022 - 16:03 WIB
"Jadi kalau sekarang Pertalite jauh di bawah harga Pertamax, berarti ada subsidi keekonomian yang besar dan ini kemungkinan untuk ke depan tergantung dari harga minyak dan BBM internasional, dan nilai kurs rupiah. Itu dia yang menentukannya kalau bicara Pertalite," kata Soemarno dalam acara daring Energy Corner, Senin (24/10/2022).
Dia menuturkan, bahwa harga minyak mentah sempat mengalami penurunan dibandingkan pada periode awal tahun. Penurunan harga terjadi karena kondisi pasar yang pesimistis lantaran adanya potensi resesi.
OPEC kemudian memutuskan untuk mengurangi produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph). Dampaknya, harga kembali naik di level USD90-an per barel.
"Bagi OPEC biaya yang terbaik USD 90 per barel. Karena itu OPEC menurunkan produksi untuk menjaga harga minyak di level itu," tuturnya.
Di samping itu, Soemarno mengungkapkan ketika harga minyak menyentuh USD100 per barel, maka sudah sudah pasti harga BBM di pasaran untuk Pertamax berada di level Rp12.000 per liter.
Dia menuturkan, bahwa harga minyak mentah sempat mengalami penurunan dibandingkan pada periode awal tahun. Penurunan harga terjadi karena kondisi pasar yang pesimistis lantaran adanya potensi resesi.
OPEC kemudian memutuskan untuk mengurangi produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph). Dampaknya, harga kembali naik di level USD90-an per barel.
"Bagi OPEC biaya yang terbaik USD 90 per barel. Karena itu OPEC menurunkan produksi untuk menjaga harga minyak di level itu," tuturnya.
Di samping itu, Soemarno mengungkapkan ketika harga minyak menyentuh USD100 per barel, maka sudah sudah pasti harga BBM di pasaran untuk Pertamax berada di level Rp12.000 per liter.
Lihat Juga :