Wall Street Terjun Bebas Imbas Sinyal The Fed Belum Akan Berhenti Kerek Suku Bunga

Kamis, 03 November 2022 - 07:53 WIB
Wall Street berakhir melemah tajam pada perdagangan Rabu (2/11/2022) waktu setempat menyusul pernyataan Ketua Fed Jerome Powell yang menghancurkan optimisme. Foto/Dok
NEW YORK - Wall Street berakhir melemah tajam pada perdagangan Rabu (2/11/2022) waktu setempat. Hal itu menyusul pernyataan Ketua Fed Jerome Powell menghancurkan optimisme awal usai The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (Bps). Tetapi ada sinyal bahwa kenaikan suku bunga yang lebih kecil mungkin akan segera terjadi.

Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga AS ke Level Tertinggi dalam 14 Tahun



Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 505,44 poin atau 1,55% menjadi 32.147,76. Sedangkan indeks S&P 500 (.SPX) kehilangan 96,41 poin yang setara dengan 2,50% ke level 3.759,69 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 366,05 poin, atau 3,36% menjadi 10.524,80.

Dalam sesi perdagangan yang bergejolak, ekuitas awalnya bergerak lebih tinggi setelah kenaikan suku bunga oleh The Fed, kenaikan keempat berturut-turut dari bank sentral sebagai upaya mencoba menjinakkan inflasi yang sangat tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!