Hadapi Krisis Multidimensi, Indonesia harus Perkuat Kampanye Positif Sawit dan Batu Bara

Jum'at, 04 November 2022 - 09:24 WIB
Pertama inflasi yang tinggi yang memaksa ekonomi terkontraksi dan berpotensi mengakibatkan suatu negara resesi. Faktor lain adalah ketidakpastian dalam lingkup geopolitik. Aspek ini perlu diperhitungkan karena dampaknya mulai terlihat cukup besar.

(Baca juga:Ribuan Pebisnis Dunia Hadiri Konferensi Sawit IPOC 2022)

Lebih lanjut, Mahendra menyatakan, OJK sebagai bagian dari keseluruhan sistem yang menjaga sistem keuangan. OJK bersama industri jasa keuangan (IJK) akan konsisten mencermati, memantau dan melakukan mitigasi dalam menghadapi persoalan global dengan tingkat ketidakpastiannya cukup tinggi.

“OJK terus melakukan pembahasan, antisipasi, untuk bisa memitigasi, termasuk dengan apa yang dimaksud dengan langkah-langkah stress test, sehingga kita tidak panik dan tidak lengah terhadap risiko-risiko tadi,” ungkap dia.

Di sisi lain, Mahendra menilai, ekonomi Indonesia sendiri telah tumbuh dan terjaga baik, meski dihadapkan badai dan ketidakpastian. “Proyeksi ke depan juga masih baik dengan pertumbuhan sama atau di atas 5% sampai akhir tahun ini,” kata Mahendra Siregar.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!