Curhat Pengusaha Sawit Diterpa Kejadian Tak Biasa Sepanjang Tahun 2022
Rabu, 25 Januari 2023 - 19:23 WIB
loading...
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam konferensi pers kinerja industri sawit tahun 2022 di Grand Sahid Jaya Jakarta. Foto/Advenia/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( Gapki ), Joko Supriyono mengungkapkan, industri kelapa sawit diwarnai dengan kejadian-kejadian tidak biasa sepanjang tahun 2022. Antara lain cuaca yang ekstrim basah, lonjakan kasus Covid- 19 di bulan Februari, dimulainya perang Ukraina-Rusia di bulan Februari.
Baca Juga: Petani Sawit Mengeluhkan Sistem Kemitraan Plasma, Ini Alasannya
Ditambah harga minyak nabati termasuk minyak sawit yang sangat tinggi, harga minyak bumi yang sangat tinggi, kebijakan pelarangan ekspor produk minyak sawit oleh pemerintah, harga pupuk yang tinggi hingga sangat rendahnya pencapaian program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
"Kejadian tidak biasa tersebut sangat berpengaruh terhadap kineria industri sawit Indonesia baik dalam produksi, konsumsi, maupun ekspor," ujar Joko dalam konferensi pers kinerja industri sawit tahun 2022 di Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (25/1/2023).
Secara teknis, ia menerangkan, cuaca ekstrim basah mengganggu aktivitas serangga penyerbuk dan kegiatan panen, pupuk yang mahal dan sulit diperoleh mengganggu kegiatan pemeliharaan tanaman, pelarangan ekspor menyebabkan buah tidak dipanen tidak hanya pada periode pelarangan tetapi juga beberapa bulan sesudahnya ketika stok masih sangat tinggi.
Baca Juga: Petani Sawit Mengeluhkan Sistem Kemitraan Plasma, Ini Alasannya
Ditambah harga minyak nabati termasuk minyak sawit yang sangat tinggi, harga minyak bumi yang sangat tinggi, kebijakan pelarangan ekspor produk minyak sawit oleh pemerintah, harga pupuk yang tinggi hingga sangat rendahnya pencapaian program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
"Kejadian tidak biasa tersebut sangat berpengaruh terhadap kineria industri sawit Indonesia baik dalam produksi, konsumsi, maupun ekspor," ujar Joko dalam konferensi pers kinerja industri sawit tahun 2022 di Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (25/1/2023).
Secara teknis, ia menerangkan, cuaca ekstrim basah mengganggu aktivitas serangga penyerbuk dan kegiatan panen, pupuk yang mahal dan sulit diperoleh mengganggu kegiatan pemeliharaan tanaman, pelarangan ekspor menyebabkan buah tidak dipanen tidak hanya pada periode pelarangan tetapi juga beberapa bulan sesudahnya ketika stok masih sangat tinggi.
Lihat Juga :