alexametrics

Kemenperin Kembangkan Industri Udang agar Ekspornya Kian Tegak

loading...
Kemenperin Kembangkan Industri Udang agar Ekspornya Kian Tegak
Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perindustrian(Kemenperin) siap memfasilitasi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mencari calon investor sektor industri pengolahan dalam upaya pengembangan tambak udang vaname. Budidaya udang vaname ini dinilai memiliki potensi yang cukup besar, selain guna memenuhi kebutuhan pasar domestik, juga berpeluang mengisi pasar ekspor.

“Kami akan mendorong peningkatan investasi untuk menumbuhkan industrinya. Oleh karena itu, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengakselerasi sektor strategis tersebut,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Berdasarkan data Januari-September 2018, ekspor perikanan Gorontalo mencapai 40,2 ton, terbanyak adalah udang vaname. Udang jenis ini cukup banyak diminati masyarakat Jepang. (Baca juga:Pintu Impor Sudah Dibuka, Saatnya Menjala Pasar Kerapu China)

“Ekspor udang, terutama udang vaname merupakan yang terbesar dari sektor kelautan dan perikanan,” ungkapnya.



Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengemukakan, sebagai daerah yang memiliki garis pantai yang panjang, Gorontalo sangat cocok untuk pengembangan udang vaname. Upaya pengembangan itu direalisasikan melalui program Kampung Vaname (KaVe) yang dicanangkan sejak tahun 2016 lalu.

Rusli optimistis, program KaVe bisa menggenjot produksi vaname di Gorontalo. KaVe dipusatkan di Kabupaten Boalemo, Pohuwato dan Gorontalo Utara.



"KaVe menjadi percontohan pengembangan udang vaname, melalui tambak budidaya udang intensif tambak plastik (Busmetik) atau tambak buatan yang dilapisi plastik. Metode ini dinilai sederhana dan membuat udang cepat tumbuh.” tuturnya.
(uka)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top