Sentil Pembelian Minyakita Pakai KTP, Pengamat: Mending Perbanyak Stok
Senin, 06 Februari 2023 - 18:18 WIB
loading...
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan bentuk Minyakita saat mengikuti rapat kerja perdana dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Rencana pembelian Minyakita dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dinilai tidak efektif untuk mengatasi kelangkaan. Menurut ekonom, apa yang harus dilakukan pemerintah yakni memperbanyak stok untuk tingginya kebutuhan masyarakat jelang bulan Ramadhan.
"Tidak perlu ada syarat pembelian minyakita menggunakan KTP, cukup stoknya saja yang ditambah. Khawatir kalau pembelian pakai syarat dan dibatasi akan kembali lagi ke pembelian minyak curah ," kata Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia, Senin (6/2/2023).
Baca Juga: Duh! Gara-gara Langka, Sekarang Beli Minyakita Wajib Pakai KTP
Menurutnya, dari sisi pengawasan, pembelian Minyakita dengan metode ini juga tidak efektif. Pasalnya, permintaan Minyakita sedang tinggi-tingginya terlebih sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan.
"Pengawasan juga jadi tidak efektif, penjual eceran nanti serba salah jika membatasi Minyakita. Apalagi kebutuhan untuk rumah tangga dan usaha makanan jelang Ramadhan tinggi," ujar Bhima.
"Tidak perlu ada syarat pembelian minyakita menggunakan KTP, cukup stoknya saja yang ditambah. Khawatir kalau pembelian pakai syarat dan dibatasi akan kembali lagi ke pembelian minyak curah ," kata Direktur Eksekutif Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia, Senin (6/2/2023).
Baca Juga: Duh! Gara-gara Langka, Sekarang Beli Minyakita Wajib Pakai KTP
Menurutnya, dari sisi pengawasan, pembelian Minyakita dengan metode ini juga tidak efektif. Pasalnya, permintaan Minyakita sedang tinggi-tingginya terlebih sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan.
"Pengawasan juga jadi tidak efektif, penjual eceran nanti serba salah jika membatasi Minyakita. Apalagi kebutuhan untuk rumah tangga dan usaha makanan jelang Ramadhan tinggi," ujar Bhima.
Lihat Juga :