Wapres Minta Target Produksi Minyak 1 Juta Barel Dipercepat Sebelum 2030
Rabu, 08 Februari 2023 - 17:20 WIB
loading...
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong percepatan target produksi minyak 1 juta barel tercapai sebelum 2030. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta target produksi minyak bumi 1 juta barel per hari (bph) dipercepat sebelum 2030 dan gas bumi dengan target 12 miliar standar kaki kubik per hari. Hal itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta menjaga ketahanan dan kemandirian energi.
“Realisasikan target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari pada tahun 2030 atau lebih cepat,” ungkap Wapres saat meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jambaran Tiung Biru (JBT) serta Lapangan Gas MDA dan MBH, di Sheraton Hotel and Towers, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/2/2023).
Baca Juga: Wapres Optimistis Smelter Freeport di Gresik Beroperasi Mei 2024
Wapres mengatakan untuk mencapai target tersebut, perlu adanya kepastian dan kemudahan perizinan agar percepatan komersialisasi dapat segera dilaksanakan. “Selain itu, cadangan-cadangan gas yang sudah ditemukan agar dipercepat proses pengembangannya, sehingga gas bisa tetap menjadi komoditas unggulan Indonesia.”
Di sisi lain, penetapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) juga harus memperhatikan unsur keadilan dan keseimbangan manfaat yang diterima oleh produsen gas, industri yang menggunakan gas, dan pemerintah.
“Realisasikan target produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari pada tahun 2030 atau lebih cepat,” ungkap Wapres saat meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jambaran Tiung Biru (JBT) serta Lapangan Gas MDA dan MBH, di Sheraton Hotel and Towers, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/2/2023).
Baca Juga: Wapres Optimistis Smelter Freeport di Gresik Beroperasi Mei 2024
Wapres mengatakan untuk mencapai target tersebut, perlu adanya kepastian dan kemudahan perizinan agar percepatan komersialisasi dapat segera dilaksanakan. “Selain itu, cadangan-cadangan gas yang sudah ditemukan agar dipercepat proses pengembangannya, sehingga gas bisa tetap menjadi komoditas unggulan Indonesia.”
Di sisi lain, penetapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) juga harus memperhatikan unsur keadilan dan keseimbangan manfaat yang diterima oleh produsen gas, industri yang menggunakan gas, dan pemerintah.
Lihat Juga :