Kementan Bantu Petani Wujudkan Pembangunan Agro Eduwisata di Cianjur

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:39 WIB
loading...
Kementan Bantu Petani...
Kawasan agro eduwisata yang dikembangkan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
A A A
JAKARTA - Wisata berkonsep pertanian atau kawasan agro eduwisata mulai dikembangkan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar). Pada medio pertengahan 2022, Kementerian Petanian (Kementan) melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian merealisasikan program agro eduwisata di tiga titik yang terletak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Warung Kondang.

Tentu harapan yang tersemat adalah membantu meningkatkan kualitas SDM yang terampil dan mandiri di bidang agro teknologi dan agribisnis dengan potensi wisata dan produktivitas pertanian di daerah itu.

Salah satu agro eduwisata yang tengah dalam proses pembangunan berlokasi di Cipanas, yaitu Agro Eduwisata Artala yang ditargetkan selesai pembangunannya pada Februari 2023. Kawasan ini diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.

(Baca juga:Petani di Cipanas Antusias Kembangkan Agro Eduwisata Artala)

Bupati Cianjur Herman Suherman menyebutkan tiga titik yang akan dijadikan lokasi agro eduwisata ada di dua kecamatan. Di Cipanas konsepnya lebih ke Skywalk View and Farm Training Center Cianjur. “Konsep ini karena Cipanas memiliki potensi wisata alam dan kawasan dengan suhu yang sejuk,” kata Herman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/2/2023).

Jadilah pembangunan agro eduwisata di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, digeber. Proyek yang dibiayai Kementan ini berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter memang terletak di posisi yang menyuguhkan suasana yang memikat.

Sementara dipilihnya lokasi di Kecamatan Warung Kondang didasari pertimbangan karena wilayah tersebut merupakan kawasan pertanian yang terkenal dengan produksi varietas padi unggulan khas Cianjur, yakni Pandan Wangi.

Herman yakin konsep inovasi agro eduwisata akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Tidak hanya wisatawan domestik, agro eduwisata di Cianjur bisa jadi magnet bagi turis mancanegara.

(Baca juga:Wujudkan Eko-Eduwisata di Kawasan Konservasi Kabupaten Lebak)

Bergulirnya program agro eduwisata ini didasari dari keinginan para petani yang tergabung di kelompok tani (poktan) dan masyarakat sekitarnya. Artinya, Kementan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan warga, khususnya para petani yang mengajukan usulan ke dinas pertanian setempat, untuk mengembagkan lahan di kawasan mereka menjadi lebih baik.

Warga Antusias Sambut Pembangunan Agro Eduwisata
Di Desa Tegallega, Kecamatan Warung Kondang, ada dua titik yang dijadikan lokasi agro eduwisata. Salah satunya sebagai farm center dan pengembangan di sektor peternakan.

Di saat antusias warga dan petani berpadu membangun agro eduwisata, gempa berkekuatan 5,6 magnitudo melanda Cianjur, Senin (21/11/2022). Gempa tersebut disebabkan pergerakan sesar Cugenang yang sangat dekat dengan lokasi agroeduwisata di Desa Tegallega.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ada Ancaman Godzilla...
Ada Ancaman Godzilla El Nino, Akankah Produksi Beras 2026 Aman?
Hampir 100.000 Hektare...
Hampir 100.000 Hektare Sawah Rusak Imbas Banjir Sumatera, Dana Rehabilitasi Disiapkan Rp148,53 M
Mentan Amran Geram,...
Mentan Amran Geram, 133,5 Ton Bawang Bombay Berpenyakit Diselundupkan ke RI
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Rekomendasi
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved