Ojol Ajak Penumpang Ikut Demo Menolak Jalan Berbayar, Garda: Tolak ERP Harga Mati
Kamis, 23 Februari 2023 - 17:37 WIB
loading...
Ilustrasi ojek online (ojol). Foto/MPI/Sutikno
A
A
A
JAKARTA - Wacana penerapan kebijakan jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP) di DKI Jakarta masih diwarnai pro kontra.
Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) tetap bersikukuh menolak rencana tersebut bahkan mengancam akan melakukan demo yang lebih besar di Ibu Kota.
"Garda Indonesia akan menurunkan massa lebih besar bersama seluruh lapisan masyarakat pengguna roda dua dari rekan-rekan pengemudi ojol, rekan-rekan kurir pengantar barang, rekan-rekan klub sepeda motor, rekan-rekan komunitas sepeda motor lainnya maupun semua lapisan masyarakat pengguna kendaraan apapun yang tidak setuju dan menolak adanya ERP," kata Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono melalui keterangan tertulis, Kamis (23/2/2023).
Igun menyebut ERP merupakan produk gagal di beberapa negara. Menurut dia, ERP juga bukti pemerintah provinsi tidak becus mengurus transportasi massal lalu membebankan kepada transportasi lainnya. Dia juga menilai ERP merupakan solusi bagi mengatasi kemacetan di DKI Jakarta.
"ERP bukan solusi mengendalikan kemacetan. Tunjukan kepada masyarakat hasil kajian terbuka dan independen bahwa ERP akan mengendalikan kemacetan,"
tukasnya.
Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) tetap bersikukuh menolak rencana tersebut bahkan mengancam akan melakukan demo yang lebih besar di Ibu Kota.
"Garda Indonesia akan menurunkan massa lebih besar bersama seluruh lapisan masyarakat pengguna roda dua dari rekan-rekan pengemudi ojol, rekan-rekan kurir pengantar barang, rekan-rekan klub sepeda motor, rekan-rekan komunitas sepeda motor lainnya maupun semua lapisan masyarakat pengguna kendaraan apapun yang tidak setuju dan menolak adanya ERP," kata Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono melalui keterangan tertulis, Kamis (23/2/2023).
Igun menyebut ERP merupakan produk gagal di beberapa negara. Menurut dia, ERP juga bukti pemerintah provinsi tidak becus mengurus transportasi massal lalu membebankan kepada transportasi lainnya. Dia juga menilai ERP merupakan solusi bagi mengatasi kemacetan di DKI Jakarta.
"ERP bukan solusi mengendalikan kemacetan. Tunjukan kepada masyarakat hasil kajian terbuka dan independen bahwa ERP akan mengendalikan kemacetan,"
tukasnya.
Lihat Juga :