Siapa Pemilik Saham Mayoritas Freeport Indonesia? Salah Satu Tambang Emas Terbesar di Dunia

Jum'at, 24 Februari 2023 - 15:17 WIB
loading...
Siapa Pemilik Saham...
Truk diparkir di tambang terbuka kompleks Tambang Grasberg Papua, pada 19 September 2015. FOTO/Reuters/Antara/Muhammad Adimaja
A A A
JAKARTA - Siapa pemilik saham mayoritas di PT Freepot Indonesia sering menjadi pertanyaan. Berlokasi di Timika, Papua, Freeport Indonesia menjadi salah satu tambang emas terbesar di dunia.

Perusahaan ini merupakan afiliasi dari FreeportMcMoran Cooper and Gold Inc berinduk di Amerika Serikat (AS). Mengutip Fortune, pemilik Freeport McMoran ialah James Robert Moffet atau akrab disapa Jim Bob Moffet yang merupakan chairman dan Co-Founder Freeport-McMoRan.

Tahun 1981, Jim Bob berhasil membangun McMoran dan Freeport. Lalu, pada 1988 berhasil memperoleh tambang Grasberg. Namun, setelah James Robert Moffett wafat, Richard Adkerson menggantikan posisinya sebagai CEO dan Wakil Ketua Freeport McMoran Copper and Gold Inc. Ia memutuskan untuk bergabung dengan McMoran pada tahun 1989.

Richard Adkerson kini bertanggung jawab memantau kegiatan pertambangan Freeport di Papua. Lantas, apakah McMoran masih menjadi pemilik mayoritas saham Freeport.

Sejak 1967, Indonesia hanya memiliki saham yang sangat kecil di perusahaan tambang emas tersebut. Freeport-McMoRan mengantongi 90,64% saham Freeport Indonesia dan sisanya dipegang Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Freeport Papua Diterjang Banjir dan Longsor, 13 Pekerja Terjebak di Area Tambang

Pada 21 Desember 2018, Pemerintah Indonesia berhasil mengakuisisi saham Freeport Indonesia sebesar 52,1%. Perjanjian tersebut ditandatangani di atas dokumen dengan pelunasan transaksi sebesar USD3,85 miliar.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), proses divestasi Freeport Indonesia dilakukan secara bertahap. Proses negosiasi melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) yang saat ini berganti nama menjadi MIND.ID, Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto.

Pengalihan saham tersebut ditandai dengan proses pembayaran dan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK-OP) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK). Dengan terbitnya IUPK tersebut, maka Freeport Indonesia akan mendapatkan kepastian hukum dan kepastian berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041, serta mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi.

Tak kalah penting, Freeport Indonesia juga diwajibkan membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) dalam jangka waktu lima tahun. Namun, hingga kini pabrik yang direncanakan dibangun di Gresik, Jawa Timur itu tak kunjung tuntas.

Terkait dengan pengalihan saham, Inalum telah membayar USD3,85 miliar kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, untuk membeli sebagian saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI sehingga kepemilikan Inalum meningkat dari 9,36% menjadi 51,23%.

Baca Juga: 60 Mahasiswa UGM Raih Beasiswa Freeport Indonesia

Kepemilikan 51,23% tersebut terdiri dari 41,23% Inalum atau MIND.ID, dan 10% untuk Pemerintah Daerah (Pemda) Papua. Saham Pemda Papua dikelola oleh perusahaan khusus, yakni PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60% saham dimiliki Inalum dan 40% BUMD Papua.

Proses skema pembayaran Pemda Papua ke Inalum dilakukan melalui pinjaman. Inalum memberikan pinjaman kepada BUMD sebesar USD819 juta yang dijaminkan dengan saham 40% di IPPM.

Cicilan pinjaman dibayarkan dengan dividen Freeport Indonesia yang didapatkan oleh BUMD tersebut. Namun, dividen tersebut tidak akan digunakan sepenuhnya untuk membayar cicilan akan tetapi juga dilakukan pembayaran langsung.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Stok Ikan Melimpah,...
Stok Ikan Melimpah, KNMP Dapat Kembalikan Kejayaan Papua sebagai Lumbung Tuna
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Momogi Group Akuisisi...
Momogi Group Akuisisi Bibica, Siap Pimpin Pasar FMCG Regional
Freeport Targetkan Produksi...
Freeport Targetkan Produksi Tambang Bawah Tanah Grasberg Pulih dalam Dua Pekan
Freeport Kantongi Perpanjangan...
Freeport Kantongi Perpanjangan Izin di Grasberg, Indonesia Dapat Gratis Saham 12%
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved