Prospek IPO di Indonesia Masih Positif di Tengah Pandemi
Jum'at, 17 Juli 2020 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
“Stimulus dari pemerintah pada sejumlah sektor bisa memberikan kepercayaan diri para emiten di sektor tersebut masuk ke pasar modal,” imbuhnya.
Alhasil, sekarang dipercaya merupakan waktu yang baik untuk membeli saham dan melakukan IPO. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan OJK adalah calon emiten yang akan menggunakan laporan audit Desember 2019 diberikan relaksasi, yang seharusnya dilakukan paling lambat 30 Juni diubah menjadi akhir Agustus 2020.
Relaksasi ini juga memberikan dampak positif kepada calon emiten untuk dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada investor dengan tetap memperhatikan kondisi darurat yang sedang diberlakukan.
Meskipun begitu, sebagai perantara perdagangan saham dan obligasi, PT Danareksa Sekuritas nantinya juga tetap akan memastikan IPO merupakan langkah yang tepat bagi perusahaan yang menjadi nasabahnya.
Direktur Invesment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas, Boumediene Sihombing, bahkan menyampaikan bahwa di semester I/2020 perseroan telah memiliki mandat tiga IPO. Dua diantaranya sedang dalam proses kajian, dan satu perusahaan kini tengah proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Walau dengan demand terhadap instrumen pasar modal masih baik, risk assessment masih perlu diberlakukan, terutama untuk sektor-sektor perekonomian yang terkena dampak Covid-19. Namun, apabila risk assessment dilakukan secara tepat, IPO mampu mendorong pertumbuhan bisnis.
PT Danareksa Sekuritas juga optimistis terhadap prospek IPO di masa pandemi Covid-19. Meskipun pandemi membawa dampak yang masif terutama dalam perekonomian global, perseroan berkomitmen untuk menghadapinya secara strategis dan penuh waspada guna dapat terus menjamin emisi serta memperantarai perdagangan saham dan obligasi secara tepat.
Alhasil, sekarang dipercaya merupakan waktu yang baik untuk membeli saham dan melakukan IPO. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan OJK adalah calon emiten yang akan menggunakan laporan audit Desember 2019 diberikan relaksasi, yang seharusnya dilakukan paling lambat 30 Juni diubah menjadi akhir Agustus 2020.
Relaksasi ini juga memberikan dampak positif kepada calon emiten untuk dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada investor dengan tetap memperhatikan kondisi darurat yang sedang diberlakukan.
Meskipun begitu, sebagai perantara perdagangan saham dan obligasi, PT Danareksa Sekuritas nantinya juga tetap akan memastikan IPO merupakan langkah yang tepat bagi perusahaan yang menjadi nasabahnya.
Direktur Invesment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas, Boumediene Sihombing, bahkan menyampaikan bahwa di semester I/2020 perseroan telah memiliki mandat tiga IPO. Dua diantaranya sedang dalam proses kajian, dan satu perusahaan kini tengah proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Walau dengan demand terhadap instrumen pasar modal masih baik, risk assessment masih perlu diberlakukan, terutama untuk sektor-sektor perekonomian yang terkena dampak Covid-19. Namun, apabila risk assessment dilakukan secara tepat, IPO mampu mendorong pertumbuhan bisnis.
PT Danareksa Sekuritas juga optimistis terhadap prospek IPO di masa pandemi Covid-19. Meskipun pandemi membawa dampak yang masif terutama dalam perekonomian global, perseroan berkomitmen untuk menghadapinya secara strategis dan penuh waspada guna dapat terus menjamin emisi serta memperantarai perdagangan saham dan obligasi secara tepat.
(ind)
Lihat Juga :