Tolak Impor KRL Bekas Jepang, Menperin: INKA Siap Produksi Tahun Depan

Jum'at, 10 Maret 2023 - 16:21 WIB
loading...
Tolak Impor KRL Bekas...
Kemenperin secara tegas menolak rencana impor KRL commuter line bekas Jepang. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita secara tegas menolak rencana impor KRL commuter line bekas Jepang. Dia juga membantah adanya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40% saat renovasi di dalam negeri.

"Yang berhak menghitung TKDN itu Kementerian Perindustrian," kata Menperin saat mengunjungi pameran otomotif GJAW 2023, Jumat (10/3/2023).

Menurut dia klaim KCI terkait TKDN impor kereta bekas tersebut belum bisa dibuktikan. Hal itu menjadi dasar Kemenperin tidak memberikan izin terhadap impor kereta bekas tersebut.

Baca Juga: Perkara Impor Kereta Bekas Jepang, INKA Baru Bisa Pasok 16 Rangkaian KRL di 2025

Agus optimistis industri di dalam negeri mampu untuk memproduksi kereta tersebut, sehingga tidak diperlukan impor. Ia memastikan INKA siap produksi kereta tahun depan. "INKA sudah siap produksi untuk tahun 2024," lanjut Agus.

Selain impor kereta bekas, Kemenperin merekomendasikan PT KCI untuk melakukan retrofit alias memodifikasi rangkaian yang akan masuk pensiun. Hal itu dilakukan agar kereta setidaknya bertahan atau mampu digunakan hingga 2025, menunggu pesanan kereta PT KCI ke PT INKA yang diproyeksikan rampung tahun 2025 mendatang.

Sebelumnya, PT KCI mengklaim bahwa TKDN dari impor kereta bekas itu bisa tembus 40%. Angka tersebut bisa dicapai lewat renovasi interior yang dilakukan di dalam negeri. Sebab kereta impor dari Jepang itu masih butuh penyesuaian agar cocok digunakan di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Rekomendasi
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Penyebab 85 Juta Pekerjaan...
Penyebab 85 Juta Pekerjaan yang Terancam Musnah Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved