Diramal Terperosok Makin Dalam, IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.510-6.700
Jum'at, 17 Maret 2023 - 07:51 WIB
loading...
Potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini masih membayangi, untuk diperkirakan bergerak mixed di kisaran level 6.510 – 6.700. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini masih membayangi, untuk diperkirakan bergerak mixed di kisaran level 6.510 – 6.700. Secara teknikal ada demand zone IHSG di area 6.500 pada perdagangan kemarin, posisi penutupan IHSG sudah mencapai area tersebut.
"Mampukah IHSG bertahan di atas atau setidaknya, tidak menembus di bawah demand zone? Menurut kami seharusnya bisa. Hal yang kami perhatikan sebelum membuat keputusan adalah mengamati nilai transaksi terlebih dahulu," tulis Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto dalam analisisnya, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Terus Merosot, IHSG Hari Ini Ditutup Ambles ke 6.565
Menurut William, jauh sebelum sentimen Silicon Valley Bank ( SVB) dan Credit Suisse ini, nilai transaksi IHSG sudah menurun dan perdagangan sudah terlalu sepi. Jadi jika ada panic selling pun, distribusi sahamnya juga tidak akan banyak, sehingga pelemahan akan bersifat sementara.
"Dan jika diperhatikan lebih jeli, sebenarnya tidak semua sektor membebani IHSG. Sebagian saham mengalami kondisi markdown, yang artinya saham tersebut menurun, namun masih diakumulasi. Ini bagus, kita mendapat saham-saham potential yang harganya sedang diturunkan dulu," katanya.
"Mampukah IHSG bertahan di atas atau setidaknya, tidak menembus di bawah demand zone? Menurut kami seharusnya bisa. Hal yang kami perhatikan sebelum membuat keputusan adalah mengamati nilai transaksi terlebih dahulu," tulis Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto dalam analisisnya, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Terus Merosot, IHSG Hari Ini Ditutup Ambles ke 6.565
Menurut William, jauh sebelum sentimen Silicon Valley Bank ( SVB) dan Credit Suisse ini, nilai transaksi IHSG sudah menurun dan perdagangan sudah terlalu sepi. Jadi jika ada panic selling pun, distribusi sahamnya juga tidak akan banyak, sehingga pelemahan akan bersifat sementara.
"Dan jika diperhatikan lebih jeli, sebenarnya tidak semua sektor membebani IHSG. Sebagian saham mengalami kondisi markdown, yang artinya saham tersebut menurun, namun masih diakumulasi. Ini bagus, kita mendapat saham-saham potential yang harganya sedang diturunkan dulu," katanya.
Lihat Juga :