4 Alasan Harus Beralih dari Beli Impor Pakaian Bekas

Sabtu, 18 Maret 2023 - 14:45 WIB
loading...
4 Alasan Harus Beralih...
Membeli impor pakaian bekas atau yang dikenal dengan istilah thrifting ini memang tengah populer di kalangan anak muda. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Membeli impor pakaian bekas atau yang dikenal dengan istilah thrifting ini memang tengah populer di kalangan anak muda. Terlebih bagi mereka yang memahami brand brand asing berkualitas.

Kini telah banyak gerai yang khusus menjual baju impor bekas layak pakai. Selain karena harganya yang lebih terjangkau ketimbang barang baru, alasan konsumen memilih thrifting ini karena tertarik dengan brand luar yang dihadirkan.

Namun perlu diingat terkait adanya bahaya yang perlu diperhatikan ketika membeli baju bekas ini, meskipun bagi anak muda thrifting telah menjadi gaya hidup modern.

Baca juga: Menteri Teten Tolak Thrifting Impor, Apa Sih Itu?

Berikut 4 Alasan Perlu Beralih dari Beli Pakaian Impor Bekas

Terdapat lima hal yang membuat thrifting atau beli pakaian impor bekas berbahaya bagi konsumen. Mulai dari sumber penyakit hingga adanya larangan dari pemerintah.

1. Terdapat Beberapa Bakteri

Dilansir dari laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, biasanya dalam pakaian bekas akan terdapat bakteri Stapylococcus Aureus. Bakteri ini akan menempel pada pakaian kotor dan mampu menyebar ke pakaian lain.

Bakteri berbahaya ini dapat menyebabkan infeksi kulit atau meracuni makanan, bahkan berpotensi untuk menjadi penyakit berbahaya bagi tubuh.

Selain itu, terdapat pula bakteri Scherichia Coli. Bakteri yang berasal dari usus manusia maupun usus hewan berdarah panas. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan gejala seperti demam, nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, dan terus-menerus merasa ingin buang air kecil.

2. Terdapat Virus

Virus yang biasa ditemukan di pakaian bekas adalah jenis HPV (Human Papilloma Virus) atau biasa disebut kutil, menurut laporan laboratorium patologi klinik UM Surabaya.

Meskipun merupakan tumor jinak, namun harus tetap diwaspadai karena virus ini menginfeksi kulit sehingga menimbulkan benjolan dan pertumbuhannya cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
TikTok Shop by Tokopedia...
TikTok Shop by Tokopedia Dorong 35 Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Kopdes Merah Putih dengan Brand Kolektif Berbasis Produk Lokal
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Pengecualian Sanksi...
Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Dukung UMKM, Menkeu...
Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved