Rusia Akan Tetap Penting Bagi Eropa, Menlu Austria: 91% Perusahaan Barat Masih di Moskow

Jum'at, 24 Maret 2023 - 06:38 WIB
loading...
Rusia Akan Tetap Penting...
Rusia akan selalu tetap penting bagi Eropa, yang menurut Menteri Luar Negeri Austria bahwa berpikir sebaliknya adalah delusi. Foto/Dok
A A A
WINA - Rusia akan selalu tetap penting bagi Eropa , yang menurut Menteri Luar Negeri Austria bahwa berpikir sebaliknya adalah delusi. Alexander Schallenberg juga membela bank terbesar kedua di negara itu, Raiffeisen Bank International yang tengah dalam pengawasan otoritas Amerika Serikat (AS) atas bisnisnya terkait Rusia.

Baca Juga: Tetap Jalin Hubungan dengan Rusia, Bank Austria Raiffeisen Diawasi AS

Menlu Austria, Alexander Schallenberg mengutarakan, tidak masuk akal untuk memberi pilihan bagi pemberi pinjaman untuk melakukan atau tidak bisnis di Rusia, sementara begitu banyak perusahaan Barat lainnya melakukan hal yang sama.

"Berpikir bahwa tidak akan ada Rusia lagi dan kita dapat memisahkan diri di semua bidang adalah delusi," kata Schallenberg kepada Reuters.

Baca Juga: Gas Rusia Diramalkan Pada Akhirnya Bakal Kembali ke Eropa

Lalu Ia menambahkan, bahwa sementara itu Austria tetap akan melonggarkan hubungan keduanya namun "tidak dapat terjadi dalam semalam".

"Dostoyevsky dan Tchaikovsky tetap menjadi bagian dari budaya Eropa, suka atau tidak suka. Ini akan terus menjadi tetangga terbesar kami. Itu akan tetap menjadi tenaga nuklir terbesar kedua di dunia," bebernya.

Austria, yang telah memposisikan dirinya sebagai jembatan antara timur dan barat, mengubah ibukotanya Wina menjadi magnet bagi uang Rusia. Ditambah juga merupakan bagian dari aliansi Barat yang lebih luas, dimana mereka telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia setelah invasinya ke Ukraina .

Sementara itu Austria masih mengimpor gas Rusia, meskipun berusaha untuk menguranginya selama beberapa tahun mendatang.

Beberapa pejabat Austria, bagaimanapun menyimpan harapan agar perang berakhir cepat dan kembali ke hubungan yang lebih normal dengan Rusia, kata orang-orang yang akrab dengan masalah ini.

Schallenberg berkomentar setelah otoritas sanksi AS meluncurkan penyelidikan awal tahun ini ke Raiffeisen atas bisnisnya yang terkait dengan Rusia. Mereka meningkatkan pengawasan terhadap pemberi pinjaman Austria.

Raiffeisen sangat tertanam di Rusia dan merupakan salah satu dari hanya dua bank asing dalam daftar 13 lembaga sistemik bank sentral Rusia. Digarisbawahi sebara pentingnya mereka bagi ekonomi Rusia, yang bergulat dengan sanksi Barat yang terus menghantam.

Skema Rusia untuk memberikan pembebasan pembayaran pinjaman kepada pasukan yang bertempur di Ukraina, yang diikuti Raiffeisen, juga memicu kritik tajam oleh investor.

Schallenberg mengatakan, Austria harus menegakkan sanksi dan menuding bank-bank Barat lainnya juga melakukan bisnis di Rusia. "Perusahaan Austria harus tetap berpegang pada aturan Austria, yang sebagian di antaranya adalah sanksi Uni Eropa."

"Mari kita melihat kenyataannya," katanya.

"91% perusahaan Barat masih di Rusia dan melakukan apa yang masuk akal: menunggu, menahan," paparnya.

"Ada cukup banyak bank Amerika, satu dengan nama Bank of America, hadir di Rusia," kata Schallenberg.

"Daftar itu adalah 'siapa itu siapa' dari dunia perbankan Barat," terangnya.

Sementara itu seorang juru bicara Bank of America mengatakan: "Kegiatan kami difokuskan pada kepatuhan terhadap semua sanksi."

Schallenberg mengataka,n dia lebih menyukai penegakan sanksi Eropa yang ada daripada memperkenalkan langkah-langkah lebih lanjut. "Itu adalah senjata yang sangat tumpul," katanya.

"Kami sudah punya paket sanksi besar-besaran. Beri mereka waktu untuk bekerja," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Infografis
Rusia dan Korut Akan...
Rusia dan Korut Akan Menghadapi Sanksi Barat Bersama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved