Jurus Jitu Tangkal Kemiskinan di Tengah Resesi dan Gelombang PHK
Senin, 20 Juli 2020 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Eko pun membagikan sejumlah tips agar tidak jatuh miskin akibat dampak pandemi ini. Pertama, jauhkan dari pikiran mental miskin. Seperti pernyataan Jack Ma, orang terkaya di China. Dia pernah mengatakan bahwa orang yang paling buruk untuk dilayani adalah orang-orang dengan mental miskin. Pasalnya, orang dengan mental miskin kebanyakan gagal karena memiliki kesamaan perilaku yakni seluruh hidupnya hanya untuk menunggu. “Jangan sampai menunggu, tapi kejar hasil dalam kesuksesan dalam bekerja,” jelasnya. (Baca juga: UI Berduka Atas Wafatnya Sapardi, sang Hujan di Bulan Juni)
Kedua, jangan berhenti mendesak dirimu untuk sukses. Banyak orang membayangkan bahwa ketika mereka kaya, mereka akan berhenti bekerja dan menikmati hidupnya bersantai di pantai atau sekadar melakukan hobi sepanjang hidupnya. Mungkin karena itu tidak banyak orang yang kaya raya.
Permasalahannya adalah bertumbuh, belajar, dan bersaing tidak akan pernah berakhir. Hidup itu ibarat olahraga, kamu harus tetap dalam fisik yang baik dan terus bertumbuh. Bila tidak, maka kamu akan terjatuh. “Selama kamu masih hidup, kamu harus mendesak dirimu untuk mencapai kesuksesan,” katanya.
Ketiga, kembangkan kemampuan. Jika Anda tidak membekali diri dengan banyak kemampuan, maka bersiaplah untuk tersingkir dari persaingan ketat ini. Robot akan senantiasa mengambil alih pekerjaan Anda, namun yang bisa Anda lakukan untuk dapat “menjual” diri Anda sendiri adalah mempresentasikan yang terbaik dari diri Anda.
Sejumlah peluang yang bisa diambil dari pandemi ini misalnya bisnis makanan beku (frozen food), bisnis ramuan herbal, dan bisnis penjualan alat-alat untuk menghadapi Era New Normal seperti masker, hand sanitizer, ataupun face shield. (Baca juga: Malam-malam Anang dan Ashanty Temui Ganjar, Ini yang Dibicarakan)
Tips keempat, masyarakat harus menyiapkan dana pensiun. Dana pensiun bukan hanya investasi, namun ini sebuah jaminan bahwa Anda tetap bisa menikmati masa tua tanpa kekurangan suatu apa pun. Persiapkan dana pensiun Anda mulai dari sekarang selagi Anda masih mampu.
Kedua, jangan berhenti mendesak dirimu untuk sukses. Banyak orang membayangkan bahwa ketika mereka kaya, mereka akan berhenti bekerja dan menikmati hidupnya bersantai di pantai atau sekadar melakukan hobi sepanjang hidupnya. Mungkin karena itu tidak banyak orang yang kaya raya.
Permasalahannya adalah bertumbuh, belajar, dan bersaing tidak akan pernah berakhir. Hidup itu ibarat olahraga, kamu harus tetap dalam fisik yang baik dan terus bertumbuh. Bila tidak, maka kamu akan terjatuh. “Selama kamu masih hidup, kamu harus mendesak dirimu untuk mencapai kesuksesan,” katanya.
Ketiga, kembangkan kemampuan. Jika Anda tidak membekali diri dengan banyak kemampuan, maka bersiaplah untuk tersingkir dari persaingan ketat ini. Robot akan senantiasa mengambil alih pekerjaan Anda, namun yang bisa Anda lakukan untuk dapat “menjual” diri Anda sendiri adalah mempresentasikan yang terbaik dari diri Anda.
Sejumlah peluang yang bisa diambil dari pandemi ini misalnya bisnis makanan beku (frozen food), bisnis ramuan herbal, dan bisnis penjualan alat-alat untuk menghadapi Era New Normal seperti masker, hand sanitizer, ataupun face shield. (Baca juga: Malam-malam Anang dan Ashanty Temui Ganjar, Ini yang Dibicarakan)
Tips keempat, masyarakat harus menyiapkan dana pensiun. Dana pensiun bukan hanya investasi, namun ini sebuah jaminan bahwa Anda tetap bisa menikmati masa tua tanpa kekurangan suatu apa pun. Persiapkan dana pensiun Anda mulai dari sekarang selagi Anda masih mampu.
Lihat Juga :