Khayangan Senior Living Edukasi Pentingnya Persiapan Pensiun
Sabtu, 15 April 2023 - 10:45 WIB
loading...
Pakar hukum ketenagakerjaan B. Woeryanto (kiri) saat menjadi pembicara pada Sharing Session dan Buka Puasa Bersama di Care Center Khayangan Senior Living, Jababeka Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
A
A
A
CIKARANG - PT. Jababeka Tbk melalui salah satu anak usahanya Khayangan Senior Living — yang juga merupakan bagian dari pilar Jababeka Hospitality, melakukan edukasi tentang pentingnya persiapan pensiun dengan menggelar Sharing Session dan Buka Puasa Bersama di Care Center Khayangan Senior Living, Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi, Kamis (13/4/2023). Khayangan Senior Living merupakan penyedia hunian terpadu eksklusif untuk lansia yang pelayanannya menyesuaikan kebutuhan individu.
Dalam sharing session tersebut, topik yang menjadi pembahasan adalah fenomena perbedaan pandangan masyarakat yang terjadi saat ini yakni ada yang merasa harus mempersiapkan pensiun dan ada pula yang justru berpandangan tidak perlu ada kata pensiun.
(Baca juga:Jababeka Genjot Pengembangan Infrastruktur Kawasan Industri)
Acara ini dihadiri lebih dari 50 orang peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti pensiunan, pekerja senior, dan juga praktisi human resource. Selain dihadiri peserta yang berasal dari area Cikarang dan sekitarnya, acara ini dihadiri pula oleh peserta dari Jakarta dan Tangerang.
B. Woeryanto selaku pakar hukum ketenagakerjaan berpandangan tidak perlu ada kata pensiun. Hal ini dianggap berpengaruh pada pola pikir, semangat dan juga mental seseorang.
“Bila sudah terucap kata pensiun, maka hati, fikiran, mental, fisik juga akan terdampak. Saya sampai saat ini usia 77 tahun tidak pernah merasa pensiun, masih aktif di berbagai organisasi, akademis dan juga sebagai konsultan hukum untuk beberapa perusahaan. Kondisi yang membedakan mungkin hanya tidak lagi sebagai pekerja formal di suatu perusahaan,” ujar pria yang disapa Pak Wur ini.
(Baca juga:Jababeka Tekor Rp171 Miliar, Ini Biang Keroknya!)
Dalam sharing session tersebut, topik yang menjadi pembahasan adalah fenomena perbedaan pandangan masyarakat yang terjadi saat ini yakni ada yang merasa harus mempersiapkan pensiun dan ada pula yang justru berpandangan tidak perlu ada kata pensiun.
(Baca juga:Jababeka Genjot Pengembangan Infrastruktur Kawasan Industri)
Acara ini dihadiri lebih dari 50 orang peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti pensiunan, pekerja senior, dan juga praktisi human resource. Selain dihadiri peserta yang berasal dari area Cikarang dan sekitarnya, acara ini dihadiri pula oleh peserta dari Jakarta dan Tangerang.
B. Woeryanto selaku pakar hukum ketenagakerjaan berpandangan tidak perlu ada kata pensiun. Hal ini dianggap berpengaruh pada pola pikir, semangat dan juga mental seseorang.
“Bila sudah terucap kata pensiun, maka hati, fikiran, mental, fisik juga akan terdampak. Saya sampai saat ini usia 77 tahun tidak pernah merasa pensiun, masih aktif di berbagai organisasi, akademis dan juga sebagai konsultan hukum untuk beberapa perusahaan. Kondisi yang membedakan mungkin hanya tidak lagi sebagai pekerja formal di suatu perusahaan,” ujar pria yang disapa Pak Wur ini.
(Baca juga:Jababeka Tekor Rp171 Miliar, Ini Biang Keroknya!)
Lihat Juga :