Sanksi AS Tumpul?, Miliarder Rusia Justru Dapat Durian Runtuh Rp1.537 Triliun
Rabu, 19 April 2023 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang umumnya terjadi saat ini adalah bahwa orang-orang beremigrasi, atau mereka menjadi hanya (fokus pada Rusia). Potanin adalah contoh yang luar biasa," bebernya.
Sementara itu lonjakan harga komoditas seperti minyak, logam dan mineral pada tahun 2022 juga membantu meningkatkan keuntungan perusahaan-perusahaan Rusia dan membawa miliaran dolar ke pundi-pundi Vladimir Putin. Hal itu sedikitnya berdampak pada rebound di pasar saham Rusia dan nilai rubel.
Indeks MOEX Rusia, yang melacak 50 perusahaan terbesar yang diperdagangkan di Bursa Efek Moskow, telah naik 31% dari titik terendah pada 26 September dan turun hanya 18% dari hari sebelum tank Rusia meluncur ke Ukraina. Mata uang Rubel telah pulih ke nilai sebelum perang terhadap dolar, naik 65% dari titik nadir pada 10 Maret 2022.
Semua sentimen itu telah membantu orang-orang terkaya Rusia menjalani tahun yang cukup baik. Ada 105 miliarder Rusia dalam Daftar Miliarder Dunia 2023 Forbes dengan kekayaan bersih kolektif mencapai USD474 miliar, naik dari 83 orang dengan nilai gabungan sebesar USD320 miliar pada Maret 2022.
(Sebaliknya, 735 miliarder Amerika kehilangan USD200 miliar antara periode Maret 2022 dan 2023. Sedangkan harta orang terkaya China turun USD300 miliar; kekayaan bersih dalam daftar Forbes diukur menggunakan harga saham dan nilai tukar mulai 10 Maret 2023.)
Bahkan mereka (miliarder Rusia) yang terkena sanksi Barat telah muncul relatif tanpa cedera. Menurut hitungan Forbes, setidaknya 46 miliarder kelahiran Rusia telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris sejak 2014.
Sebagian besar dari mereka dihujam sanksi beberapa bulan setelah invasi Putin tahun lalu. Hanya 39 di antaranya yang muncul di daftar Forbes World's Billionaires edisi 2022 dan 2023. Sejak 23 Februari 2022 —sehari sebelum invasi— 39 orang ini telah kehilangan USD45 miliar atau sekitar 13% dari kekayaan bersih kolektif mereka.
Saat melihat bagaimana nasib mereka sejak Maret lalu, ketika rubel terjun bebas dan Bursa Efek Moskow ditutup, gambarannya sangat berbeda. Dari Maret 2022 hingga Maret 2023, 39 miliarder yang terkena sanksi itu secara mengejutkan telah mendapatkan kembali kekayaan mereka USD104 miliar.
Hanya tiga yang mengalami penurunan kekayaan mereka selama periode itu. Tujuh miliarder lain yang terkena sanksi justru melihat pertumbuhan kekayaan mereka untuk kembali ke jajaran orang terkaya di dunia 2023, setelah absen pada Maret tahun lalu.
"Aset mereka bertahan dengan sangat baik," kata Viktor Winkler, seorang pengacara dan mantan kepala standar sanksi global di bank Jerman Commerzbank.
"(Sebelum 2022) sebagian besar kekayaan mereka dengan jumlah cukup signifikan diparkir di negara-negara yang (tidak) mengadopsi sanksi Barat. Banyak yang terdampak sanksi setelah 23 Februari karena mereka... baru kali pertama terkena sanksi setelah invasi Putin."
Pemenang Terbesar
Pemenang terbesar adalah taipan pupuk, Andrey Melnichenko yang saat ini menyandang gelar sebagai orang terkaya Rusia. Dia melihat kekayaan bersihnya membengkak sebesar USD14,1 miliar selama setahun terakhir menjadi USD25,2 miliar, karena melonjaknya harga pupuk dan batu bara.
Hal itu menjadi landasan dari dua perusahaan swasta miliknya yakni, produsen pupuk Eurochem dan perusahaan energi batu bara SUEK. Melnichenko mengalihkan sahamnya di Eurochem dan SUEK ke anggota keluarga yang menjadi wakilnya pada tahun 2006 dan berhenti menjadi penerima perwalian pada 8 Maret 2022, dimana istrinya Aleksandra menggantikannya.
Sementara itu lonjakan harga komoditas seperti minyak, logam dan mineral pada tahun 2022 juga membantu meningkatkan keuntungan perusahaan-perusahaan Rusia dan membawa miliaran dolar ke pundi-pundi Vladimir Putin. Hal itu sedikitnya berdampak pada rebound di pasar saham Rusia dan nilai rubel.
Indeks MOEX Rusia, yang melacak 50 perusahaan terbesar yang diperdagangkan di Bursa Efek Moskow, telah naik 31% dari titik terendah pada 26 September dan turun hanya 18% dari hari sebelum tank Rusia meluncur ke Ukraina. Mata uang Rubel telah pulih ke nilai sebelum perang terhadap dolar, naik 65% dari titik nadir pada 10 Maret 2022.
Semua sentimen itu telah membantu orang-orang terkaya Rusia menjalani tahun yang cukup baik. Ada 105 miliarder Rusia dalam Daftar Miliarder Dunia 2023 Forbes dengan kekayaan bersih kolektif mencapai USD474 miliar, naik dari 83 orang dengan nilai gabungan sebesar USD320 miliar pada Maret 2022.
(Sebaliknya, 735 miliarder Amerika kehilangan USD200 miliar antara periode Maret 2022 dan 2023. Sedangkan harta orang terkaya China turun USD300 miliar; kekayaan bersih dalam daftar Forbes diukur menggunakan harga saham dan nilai tukar mulai 10 Maret 2023.)
Bahkan mereka (miliarder Rusia) yang terkena sanksi Barat telah muncul relatif tanpa cedera. Menurut hitungan Forbes, setidaknya 46 miliarder kelahiran Rusia telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris sejak 2014.
Sebagian besar dari mereka dihujam sanksi beberapa bulan setelah invasi Putin tahun lalu. Hanya 39 di antaranya yang muncul di daftar Forbes World's Billionaires edisi 2022 dan 2023. Sejak 23 Februari 2022 —sehari sebelum invasi— 39 orang ini telah kehilangan USD45 miliar atau sekitar 13% dari kekayaan bersih kolektif mereka.
Saat melihat bagaimana nasib mereka sejak Maret lalu, ketika rubel terjun bebas dan Bursa Efek Moskow ditutup, gambarannya sangat berbeda. Dari Maret 2022 hingga Maret 2023, 39 miliarder yang terkena sanksi itu secara mengejutkan telah mendapatkan kembali kekayaan mereka USD104 miliar.
Hanya tiga yang mengalami penurunan kekayaan mereka selama periode itu. Tujuh miliarder lain yang terkena sanksi justru melihat pertumbuhan kekayaan mereka untuk kembali ke jajaran orang terkaya di dunia 2023, setelah absen pada Maret tahun lalu.
"Aset mereka bertahan dengan sangat baik," kata Viktor Winkler, seorang pengacara dan mantan kepala standar sanksi global di bank Jerman Commerzbank.
"(Sebelum 2022) sebagian besar kekayaan mereka dengan jumlah cukup signifikan diparkir di negara-negara yang (tidak) mengadopsi sanksi Barat. Banyak yang terdampak sanksi setelah 23 Februari karena mereka... baru kali pertama terkena sanksi setelah invasi Putin."
Pemenang Terbesar
Pemenang terbesar adalah taipan pupuk, Andrey Melnichenko yang saat ini menyandang gelar sebagai orang terkaya Rusia. Dia melihat kekayaan bersihnya membengkak sebesar USD14,1 miliar selama setahun terakhir menjadi USD25,2 miliar, karena melonjaknya harga pupuk dan batu bara.
Hal itu menjadi landasan dari dua perusahaan swasta miliknya yakni, produsen pupuk Eurochem dan perusahaan energi batu bara SUEK. Melnichenko mengalihkan sahamnya di Eurochem dan SUEK ke anggota keluarga yang menjadi wakilnya pada tahun 2006 dan berhenti menjadi penerima perwalian pada 8 Maret 2022, dimana istrinya Aleksandra menggantikannya.
Lihat Juga :