Investasi Menarik Jelang Lebaran, Reksa Dana Syariah Bisa Jadi Pilihan
Rabu, 19 April 2023 - 11:58 WIB
loading...
Dari sisi investasi, Reksa Dana Syariah menawarkan investasi dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah dan imbal hasil yang menarik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Jelang Lebaran 1444H, investor Reksa Dana tentunya tidak hanya memperhatikan keuntungan dalam berinvestasi, namun juga mencari kebaikan. Dari sisi investasi, Reksa Dana Syariah menawarkan investasi dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah dan imbal hasil yang menarik, salah satu contoh yaitu produk Reksa Dana Danareksa Seruni Pasar Uang Syariah (SPU Syariah).
Baca Juga: Tersedia di MotionTrade, Reksa Dana Syariah untuk Pilihan Investasi Anda!
Sebagai informasi, hingga Maret 2023, SPU Syariah mencatatkan kinerja 6 bulan sebesar 2.08%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Reksa Dana Pasar Uang Syariah di industri, yaitu 1.73%.
Bagaimana dengan Tren Reksa Dana Syariah ke Depan?
Pada kuartal I 2023, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5.75%. Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
Di samping itu, BI optimis bahwa dengan likuiditas perbankan yang masih cukup, hal ini tidak akan mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit pada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN/SBSN untuk pembiayaan APBN.
Baca Juga: Tersedia di MotionTrade, Reksa Dana Syariah untuk Pilihan Investasi Anda!
Sebagai informasi, hingga Maret 2023, SPU Syariah mencatatkan kinerja 6 bulan sebesar 2.08%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Reksa Dana Pasar Uang Syariah di industri, yaitu 1.73%.
Bagaimana dengan Tren Reksa Dana Syariah ke Depan?
Pada kuartal I 2023, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5.75%. Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter yang pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
Di samping itu, BI optimis bahwa dengan likuiditas perbankan yang masih cukup, hal ini tidak akan mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit pada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN/SBSN untuk pembiayaan APBN.
Lihat Juga :