Hantu Stagflasi Bayangi Pergerakan Bursa Saham AS Pekan Depan

Minggu, 07 Mei 2023 - 12:23 WIB
loading...
Hantu Stagflasi Bayangi...
Optimisme pelaku pasar modal Amerika Serikat akan diuji pada pekan depan. Pasalnya, serangkaian data makro baru-baru ini memberi sinyal hadirnya hantu stagflasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Optimisme pelaku pasar modal Amerika Serikat akan diuji pada pekan depan. Pasalnya, serangkaian data makro baru-baru ini memberi sinyal hadirnya hantu stagflasi yang dapat membayangi pergerakan Wall Street .

Baca Juga: Airlangga: Stagflasi Global Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Tahun Ini

Stagflasi, sebuah kondisi stagnasi pertumbuhan ekonomi yang dibarengi peningkatan inflasi berpotensi meredupkan daya tarik pasar terhadap instrumen ekuitas berupa saham dan obligasi.

Baca Juga: Stagflasi Menghantui

Sebuah survei dari BoFA Global Research menunjukkan ekspektasi stagflasi mendekati level tertinggi dalam sejarah mencapai 86%, yang juga disebut baka menjadi 'background' ekonomi makro hingga 2024.

"Stagflasi masih menjadi kekhawatiran yang berkembang (di pasar),"'kata Chief Equity Market Strategist, Phil Orlando, dilansir Reuters, Minggu (7/5).

Sebagaimana diketahui, stagflasi terbentuk dari pertumbuhan ekonomi yang lambat ditambah lonjakan inflasi. Kondisi yang terjadi sejak tahun lalu ini mendorong bank sentral AS/Federal Reserve alias The Fed memperketat kebijakan moneternya. The Fed telah menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 5%-5,25% pada Kamis (4/5).

Sementara itu rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat (5/5) menunjukkan kenaikan upah per jam pada periode April sebesar 4,4% year-on-year (YoY). Angka ini masih cukup panas jika disandingkan dengan target inflasi The Fed di kisaran 2 persenan.

Investor Tunggu Rilis Inflasi

Sebelumnya, kekhawatiran terhadap stagflasi telah membebani instrumen saham. Berdasarkan catatan Goldman Sachs, rata-rata konstituen dalam indeks S&P500 turun 2,1% selama periode yang ditandai adanya stagflasi dalam kurun 60 tahun terakhir.

Pada pekan depan, semua mata investor akan tertuju pada pengumuman inflasi yang dapat memberikan gambaran terkait potensi kenaikan suku bunga The Fed di masa depan. Sebelumnya, tingkat inflasi AS mencapai 5,0% (YoY) dengan inflasi inti sebesar 5,6% (MoM)

"Inflasi masih cukup tinggi dari perkiraan The Fed, dan turun dengan kecepatan yang lambat. Kami pikir (pertumbuhan) ekonomi telah mencapai puncaknya pada tahun ini," terang Orlando.

Ekspektasi yang berkembang di pasar menunjukkan bahwa The Fed akan mulai mengakhiri laju suku bunga pada akhir tahun ini, mengingat adanya potensi resesi.

"The Fed membuat kesalahan karena terlalu akomodatif dalam waktu lama. Ini akan memakan waktu yang panjang untuk membuat inflasi ke target 2%," tutur Ekonom Interactive Brokers, Jose Torres.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved