PPA Beri Jawaban Begini Soal Rencana Merger BUMN Karya Sakit
Senin, 08 Mei 2023 - 17:48 WIB
loading...
Kementerian BUMN terus menggodok rencana merger BUMN karya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN berencana menggabungkan ( merger ) perusahaan pelat merah di sektor infrastruktur. Konsolidasi berlaku untuk BUMN karya yang saat ini ditangani PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA/Danareksa.
Baca juga: Konsolidasi BUMN Karya Dipastikan Berjalan, Bagaimana Nasib Karyawan?
Tercatat, ada sejumlah BUMN karya yang masih menjadi "pasien" PPA. Mereka terdiri dari PT Indah Karya (Persero) dan PT PT Nindya Karya. Lalu, perusahaan konsultan konstruksi seperti PT Yodya Karya, PT Virama Karya, PT Bina Karya, dan PT Indra Karya.
Terkait jumlah BUMN karya, redaksi sudah mengkonfirmasi kepada pihak manajemen PPA, namun belum ada jawaban spesifik karena harus dikoordinasikan dengan direksi internal perusahaan.
"Maaf Mas, belum berani menyampaikan (persiapan merger), saya koordinasikan internal dulu ya. Nah itu masalahnya, kami belum bisa info (jumlah) BUMN-nya," ungkap Sekretaris Perusahaan PPA Agus Widjaja saat dihubungi, Senin (8/5/2023).
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya membocorkan rencana aksi korporasi tersebut. Dia mengatakan, BUMN Karya yang menjadi "pasien" holding Danareksa akan dimergerkan. Sementara perseroan di luar PPA dikonsolidasikan melalui skema sistem kepemilikan.
"Yang di PPA/Danareksa rencananya dimergerkan, tanya direksinya jangan tanya saya. Dia (direksi) sudah presentasi ke saya, cuma detail saya enggak ingat," ucap Erick beberapa waktu lalu.
Baca juga: Konsolidasi BUMN Karya Dipastikan Berjalan, Bagaimana Nasib Karyawan?
Tercatat, ada sejumlah BUMN karya yang masih menjadi "pasien" PPA. Mereka terdiri dari PT Indah Karya (Persero) dan PT PT Nindya Karya. Lalu, perusahaan konsultan konstruksi seperti PT Yodya Karya, PT Virama Karya, PT Bina Karya, dan PT Indra Karya.
Terkait jumlah BUMN karya, redaksi sudah mengkonfirmasi kepada pihak manajemen PPA, namun belum ada jawaban spesifik karena harus dikoordinasikan dengan direksi internal perusahaan.
"Maaf Mas, belum berani menyampaikan (persiapan merger), saya koordinasikan internal dulu ya. Nah itu masalahnya, kami belum bisa info (jumlah) BUMN-nya," ungkap Sekretaris Perusahaan PPA Agus Widjaja saat dihubungi, Senin (8/5/2023).
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya membocorkan rencana aksi korporasi tersebut. Dia mengatakan, BUMN Karya yang menjadi "pasien" holding Danareksa akan dimergerkan. Sementara perseroan di luar PPA dikonsolidasikan melalui skema sistem kepemilikan.
"Yang di PPA/Danareksa rencananya dimergerkan, tanya direksinya jangan tanya saya. Dia (direksi) sudah presentasi ke saya, cuma detail saya enggak ingat," ucap Erick beberapa waktu lalu.
Lihat Juga :