Krisis Ekonomi Bukan Hal Baru Bagi Indonesia, Stafsus Menteri BUMN: Sudah Pernah
Rabu, 22 Juli 2020 - 22:43 WIB
loading...
krisis ekonomi bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia, dimana Indonesia sudah pernah mengalami setidaknya 3 kali guncangan krisis. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Virus Corona terus melumpuhkan seluruh ekonomi di dunia tidak terkecuali Indonesia. Beberapa negara tetangga bahkan sudah mengumumkan tidak mengalami pertumbuhan ekonomi bahkan masuk jurang resesi dalam kurun waktu yang cukup cepat.
(Baca Juga: Siap Siaga, Badai Resesi Tidak Lama Lagi Segera Tiba di Indonesia )
Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN bidang Makro Ekonomi, Muhammad Ikhsan mengatakan, krisis ekonomi bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia. Indonesia sudah pernah mengalami setidaknya 3 kali guncangan krisis.
"Kalau kita lihat krisis itu bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia. Pada 1998 hingga 1997 kita melihat krisis yang sangat berat, ekonomi Indonesia drop pernah dikuarter ke 3 tahun 1998 sampai 16 persen," ujar Ikhsan dalam diskusi online, Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Fenomena krisis pada tahun 1998 merupakan yang terbesar jika dilihat dari tahun 1960-an. "Itu merupakan one of the biggest sebelum tahun 60-an. Kita juga mengalami krisis global di 2008 lalu ada taper tantrum pada 2013. So all crisis sudah kita lewati," jelasnya.
(Baca Juga: Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata )
Berbeda dengan kasus sebelum-sebelumnya, saat ini Indonesia harus menghadapi penyebab krisis yang berbeda. Jika pada 3 kondisi sebelumnya, krisis diakibatkan oleh faktor ekonomi maka kali ini musuh utama adalah kesehatan.
(Baca Juga: Siap Siaga, Badai Resesi Tidak Lama Lagi Segera Tiba di Indonesia )
Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN bidang Makro Ekonomi, Muhammad Ikhsan mengatakan, krisis ekonomi bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia. Indonesia sudah pernah mengalami setidaknya 3 kali guncangan krisis.
"Kalau kita lihat krisis itu bukan sesuatu yang baru bagi Indonesia. Pada 1998 hingga 1997 kita melihat krisis yang sangat berat, ekonomi Indonesia drop pernah dikuarter ke 3 tahun 1998 sampai 16 persen," ujar Ikhsan dalam diskusi online, Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Fenomena krisis pada tahun 1998 merupakan yang terbesar jika dilihat dari tahun 1960-an. "Itu merupakan one of the biggest sebelum tahun 60-an. Kita juga mengalami krisis global di 2008 lalu ada taper tantrum pada 2013. So all crisis sudah kita lewati," jelasnya.
(Baca Juga: Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata )
Berbeda dengan kasus sebelum-sebelumnya, saat ini Indonesia harus menghadapi penyebab krisis yang berbeda. Jika pada 3 kondisi sebelumnya, krisis diakibatkan oleh faktor ekonomi maka kali ini musuh utama adalah kesehatan.
Lihat Juga :