Mendag Indonesia-Jepang Gelar Pertemuan, Ini yang Dibahas Zulkifli Hasan dan Nishimura

Senin, 29 Mei 2023 - 17:22 WIB
loading...
Mendag Indonesia-Jepang...
Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan optimismenya bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan Jepang masih dapat terus ditingkatkan. Foto/Dok
A A A
DETROIT - Menteri Perdagangan RI atau Mendag Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Nishimura Yasutoshi, Kamis (25/5) di Detroit, Amerika Serikat. Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan optimismenya bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan Jepang masih dapat terus ditingkatkan.

Baca Juga: Menko Airlangga dan Menteri Nishimura Bahas Kemitraan Ekonomi Hijau, IJ-EPA dan Dukungan ke IPEF

Pertemuan bilateral antara kedua menteri tersebut berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan dari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible For Trade/APEC MRT), 25-26 Mei 2023.

“Indonesia optimistis hubungan baik kedua negara dapat terus ditingkatkan, terutama dengan adanya perjanjian dagang kedua negara seperti Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), dan ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement (AJCEP),” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Baca Juga: 65 Tahun Indonesia-Jepang: Perkuat Kerja Sama Transisi Energi

Terkait protokol perubahan IJEPA, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa penandatanganan protokol dapat diselesaikan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada September 2023 atau ASEAN-Japan Commemorative Summit pada November 2023.

Selain itu, Mendag Zulkifli Hasan menerangkan, bahwa Indonesia mencatat permintaan Jepang atas akses pasar baja dan meminta agar Jepang dapat mengeliminasi tarif untuk empat pos tarif tuna kaleng. Terkait kerja sama ekonomi antara ASEAN dan Jepang, Mendag Zulkifli Hasan mengharapkan dukungan Jepang dalam Priority Economic Deliverables (PED) ASEAN 2023.

“Kami mengharapkan dukungan Jepang untuk PED_ASEAN yaitu ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan ASEAN Industrial Project-Based Initiatives agar sejalan dengan program Jepang,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Terkait RCEP, Indonesia mengharapkan dukungan Jepang dalam RCEP Summit dan kegiatan Ceremonial Event to Commemorate Entry into Force of RCEP Agreement. Sementara itu, Menteri Nishimura Yasutoshi menyampaikan ketertarikan Jepang untuk menjalin kerja sama di bidang energi untuk ibu kota baru Indonesia. Menteri Nishimura juga menekankan kembali terkait penyelesaian kasus impor baja di Indonesia.

Sekilas Perdagangan Indonesia–Jepang

Pada 2022, total perdagangan Indonesia dan Jepang mencapai USD 42,02 miliar. Ekspor Indonesia tercatat sebesar USD24,85 miliar dan impor Indonesia USD17,18 miliar. Indonesia mencatatkan surpus USD7,67 miliar. Sementara itu, pada periode Januari-Maret 2023, total perdagangan Indonesia dengan Jepang mencapai USD10,36 miliar.

Ekspor Indonesia ke Jepang sebesar USD6,07 miliar dan impor Indonesia dari Jepang USD4,29 miliar. Indonesia surplus USD1,77 miliar. Pada 2022, komoditas ekspor utama Indonesia ke Jepang antara lain batu bara, bijih tembaga, mate nikel, sisa dan skrap logam mulia, serta karet alam.

Komoditas impor utama Indonesia dari Jepang antara lain bagian dan aksesori kendaraan bermotor, kendaraan bermotor dalam keadaan terurai tidak lengkap, produk canai lantaian dari besi atau baja bukan paduan, produk canai lantaian dari baja paduan lainnya, serta mobil dan kendaraan bermotor lainnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Rekomendasi
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved