Menko Luhut Dorong Indonesia Jadi Hub Regional Penangkapan dan Penyimpanan Karbon

Selasa, 30 Mei 2023 - 22:34 WIB
loading...
Menko Luhut Dorong Indonesia...
Menko Marves, Luhut B. Pandjaitan optimistis, Indonesia dapat menjadi hub di level regional untuk carbon capture and storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan optimistis, Indonesia dapat menjadi hub di level regional untuk carbon capture and storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon . Ditekankan juga bahwa pemerintah akan terus mendorong inovasi, investasi dan kerja sama dalam penerapan CCS guna meningkatkan efektivitas dan pertumbuhan CCS di Indonesia.

"Kita membutuhkan kerja keras untuk mencapai tujuan besar agar Indonesia menjadi CCS Hub di kawasan," jelas Luhut dalam peluncuran forum bertajuk International and Indonesia CCS Forum 2023 di Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Baca Juga: Potensi Bursa Karbon Indonesia Capai Rp8.000 Triliun, Harus Ada Aturan Batasi Asing

Berdasarkan beberapa penelitian, kapasitas yang dimiliki Indonesia bisa mencapai 400 Gt untuk penerapan teknologi CCS. Sehingga terdapat potensi bisnis dan investasi yang besar bagi Indonesia, khususnya peran CCS dalam mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: Menangkap Pendapatan Rp8.000 Triliun dari Perdagangan Karbon, Begini Caranya

Selain itu kini telah diluncurkan Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC). ICCSC merupakan organisasi baru yang mengembangkan solusi inovatif untuk pengembangan CCS, percepatan transisi energi, dan pembangunan iklim yang optimal.

Luhut juga menyebutkan, terdapat beberapa faktor penting yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Hal ini termasuk pengaturan dan kebijakan, infrastruktur dan teknologi, keuangan dan pembiayaan, serta kesadaran dan dukungan masyarakat.

“Untuk itu, inisiasi dan penyelenggaraan acara International and Indonesia CCS Forum 2023 diharapkan dapat mencapai tujuan yang telah disebutkan sebelumnya sebagai tempat berkumpul dan katalisator dalam penerapan CCS,” imbuhnya.

Sementara itu Executive Director ICCSC, Belladonna Troxylon Maulianda menambahkan, ICCSC berperan untuk jadi pelopor dalam menerapkan teknologi CCS secara luas. Pihaknya akan terus menyuarakan dan mendorong percepatan pengembangan dan teknologi CCS di Indonesia. Serta menjadikan Indonesia sebagai CCS Hub di Regional.

“Komitmen ICCSC terhadap masa depan dekarbonisasi energi adalah keyakinan bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi tidak perlu bertentangan. Sebaliknya, kami percaya bahwa keselarasan antara lingkungan yang bersih dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dapat menjadi kenyataan," ungkap Belladonna dalam kesempatan sama.

"Tujuan agar Indonesia sebagai CCS Hub di Regional diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, dan memacu pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal, regional, dan global," sambungnya.

Sebagai informasi Carbon Capture and Storage (CCS) merupakan salah satu teknologi mitigasi pemanasan global dengan cara mengurangi emisi CO2 ke atmosfer. Teknologi ini merupakan rangkaian pelaksanaan proses yang terkait satu sama lain, mulai dari pemisahan dan penangkapan (capture) CO2 dari sumber emisi gas buang (flue gas), pengangkutan CO2 tertangkap ke tempat penyimpanan (transportation), dan penyimpanan ke tempat yang aman (storage).

Pemisahan dan penangkapan CO2 dilakukan dengan teknologi absorpsi yang sudah cukup lama dikenal oleh kalangan industri. Penangkapan CO2 biasa digunakan dalam proses produksi hidrogen baik pada skala laboratorium maupun komersial.

Sedangkan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan pipa atau tanker seperti pengangkut gas pada umumnya (LPG, LNG), sedangkan penyimpanan dilakukan ke dalam lapisan batuan di bawah permukaan bumi yang dapat menjadi perangkap gas hingga tidak lepas ke atmosfer, atau dapat pula diinjeksikan ke dalam laut pada kedalaman tertentu.

https://video.sindonews.com/play/78541/presiden-jokowi-tagih-janji-usd-100-miliar-dari-negara-maju-untuk-atasi-ilkim
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Rekomendasi
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Berita Terkini
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved