Ribuan Pekerja Industri Tekstil Kena PHK, Jabar dan Jateng Terbanyak

Rabu, 31 Mei 2023 - 22:47 WIB
loading...
Ribuan Pekerja Industri...
KSPN mengungkapkan hingga saat ini terdapat ribuan karyawan di industri alas kaki dan tekstil yang terkena PHK. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mengungkapkan hingga saat ini terdapat ribuan karyawan di industri alas kaki dan tekstil yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK . Hal ini terjadi sejak kuartal IV/2022 hingga kuartal I/2023.

Berdasarkan catatan KSPN, perusahaan yang mengambil tindakan PHK mayoritas berada di wilayah Jawa Barat (Jabar) seperti Tangerang dan Bandung, dan Jawa Tengah (Jateng) seperti Solo Raya dan Pekalongan.

"Tekstil itu banyak yang tutup iya, tapi tidak melaporkan ke dinas tenaga kerja apalagi kami, karena PHK yang berdasarkan kesepakatan atau mengundurkan diri itu kan memang tidak wajib melapor," ujar Ketua Umum KSPN, Rustadi saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (31/5/2023).

Saat ini pihaknya tengah menangani kasus PHK terhadap 3.000 karyawan dari perusahaan yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah, yaitu PT Kaban dan PT Pismatex. Selain itu ada PT Agungtex Group dan PT Duniatex yang melakukan PHK terhadap 5.000 karyawannya.

"Kita juga masih menangani kurang lebih sekitar 5 ribuan itu banyak yang dirumahkan sampai dengan proses pengunduran diri, ada yang dirumahkan dan belum kembali dipekerjakan itu di PT Duniatex dan PT PT Agungtex Group," bebernya.

Baca juga: Ribuan Buruh Tekstil Kena PHK, Pengusaha Singgung Impor Ilegal jadi Biang Keroknya

Selain itu PHK juga terjadi di daerah Bandung, di mana hingga kuartal I 2023 KSPN menangani aduan PHK dari PT Adetex yang melakukan layoff terhadap ratusan karyawan. Bahkan, menurut Rustadi perusahaan tersebut sudah berhenti berproduksi sejak 3 tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Biang Kerok PHK, Rupiah...
Biang Kerok PHK, Rupiah Loyo Bikin Ongkos Produksi Membengkak
Gelombang PHK Hantam...
Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Ancaman PHK 9.000 Karyawan...
Ancaman PHK 9.000 Karyawan Mengintai RI Tiga Bulan Lagi, Ratusan Sudah Diputus Kerja
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Rekomendasi
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Daftar Barang dan Jasa...
Daftar Barang dan Jasa yang Kena dan Tidak Kena PPN 12%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved