Topang Lumbung Ketahanan Pangan, BLT Dana Desa Target Terserap 88% Oleh Petani
Jum'at, 24 Juli 2020 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai representasi otoritas penentu kebijakan, Gus Menteri mengaku coba memahami peta pembangunan ekonomi masyarakat Indonesia. Dimana, basis ekonomi nasional memiliki determinasi pada bidang pertanian yang secara empirik, aktifitasnya lebih terkonsentrasi di kawasan pedesaaan.
"Sebagaimana keterangan Sosiolog Rahardjo yang mengutip Pakar Pedesaan Amerika Serikat, Paul H Landis, bahwa desa dapat didefiniskan sebagai suatu lingkungan (ekonomi) yang penduduknya tergantung pada pertanian.Dan kebetulan, pedesaan itu sendiri merupakan lokus utama dari tujuan kebijakan yang dibidani Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat ini," paparnya.
(Baca Juga: Kalangan Petani 'Kuasai' Penerimaan BLT Dana Desa )
Hal inilah yang akhirnya jadi inisiatif pihaknya menjadikan petani dan buruh tani sebagai prioritas penerima bantuan BLT. "Apalagi ketahanan pangan sangat bergantung pada bagaimana produktifitas pertanian desa. Dan desa adalah lumbung ketahanan pangan yang sesungguhnya yang bisa menopang ketahanan pangan nasional," pungkas Abdul Halim.
Seperti diketahui, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) telah merilis data sebanyak 6. 862.968 perani dan buruh tani serta 315.028 nelayan dan buruh nelayan telah menerima BLT terhitung sejak 14 Juli 2020. Selebihnya, 156.954 buruh pabrik, 69.532 guru dan 394.345 pedagang atau pelaku UMKM.
"Sebagaimana keterangan Sosiolog Rahardjo yang mengutip Pakar Pedesaan Amerika Serikat, Paul H Landis, bahwa desa dapat didefiniskan sebagai suatu lingkungan (ekonomi) yang penduduknya tergantung pada pertanian.Dan kebetulan, pedesaan itu sendiri merupakan lokus utama dari tujuan kebijakan yang dibidani Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat ini," paparnya.
(Baca Juga: Kalangan Petani 'Kuasai' Penerimaan BLT Dana Desa )
Hal inilah yang akhirnya jadi inisiatif pihaknya menjadikan petani dan buruh tani sebagai prioritas penerima bantuan BLT. "Apalagi ketahanan pangan sangat bergantung pada bagaimana produktifitas pertanian desa. Dan desa adalah lumbung ketahanan pangan yang sesungguhnya yang bisa menopang ketahanan pangan nasional," pungkas Abdul Halim.
Seperti diketahui, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) telah merilis data sebanyak 6. 862.968 perani dan buruh tani serta 315.028 nelayan dan buruh nelayan telah menerima BLT terhitung sejak 14 Juli 2020. Selebihnya, 156.954 buruh pabrik, 69.532 guru dan 394.345 pedagang atau pelaku UMKM.
(akr)
Lihat Juga :