10 Negara Ini Punya Harta Karun Super Langka, Amerika dan China Bersaing Keruk Rare Earth

Minggu, 25 Juni 2023 - 16:36 WIB
loading...
A A A
Produksi tambang logam tanah jarang Myanmar tercatat tembus 12.000 metrik ton pada tahun 2022. Volume produksi negara ini terutama terdiri dari dysprosium dan terbium, dengan output kecil skandium dan itrium.

Hasil produksi Burma menunjukkan potensinya untuk menawarkan sumber pasokan yang beragam, mengurangi risiko yang terkait dengan konsentrasi sumber daya kritis ini. Selain itu Burma adalah salah satu eksportir logam tanah jarang atau Rare Earth terbesar di dunia.

Ekspor REE mencapai USD803 juta pada tahun 2021, terlepas dari lanskap sosial-politik negara yang kompleks dan infrastruktur pertambangan yang berkembang.

3. Australia

Produksi Rare Earth pada 2022: 18.000 metrik ton

Australia adalah produsen logam tanah jarang terbesar ketiga, hanya di belakang Amerika Serikat (AS) dan Cina. Negara ini menambang 18.000 metrik ton logam tanah jarang pada tahun 2022, yang terpantau sedikit menyusut dari 24.000 metrik ton pada tahun 2021.

Output logam tanah jarang yang melimpah ini menunjukkan potensi Rare Earth yang sangat besar di negara itu, karena cadangannya diperkirakan mencapai 4,2 juta metrik ton. Tambang logam tanah jarang yang paling menonjol di Australia adalah Mount Weld Mine, yang memiliki infrastruktur canggih untuk mengekstrak REE dari mineral lain.

Juga meskipun memiliki cadangan logam tanah jarang terbesar keenam di dunia, upaya penambangan Australia di sektor ini tetap relatif terbatas.

2. Amerika Serikat

Produksi Tambang Logam Tanah Jarang pada 2022: 43.000 metrik ton

Amerika Serikat mampu produksi tambang logam tanah jarang pada tahun 2022 hingga 43.000 metrik ton. Diprediksi juga AS mempunyai cadangan Rare Earth sekitar 2,3 juta metrik ton.

Kapasitas cadangan yang cukup besar ini menunjukkan potensi produksi domestik yang berkelanjutan dan bakal diperkuat di masa depan. Saat ini, tambang logam tanah jarang terbesar di AS adalah Tambang Mountain Pass di California tenggara, yang merupakan tambang terbuka dengan kapasitas penambangan yang substansial.

1. China

Produksi Tambang Logam Tanah Jarang (Rare Earth) pada 2022: 0,21 juta metrik ton

China adalah negara penghasil logam tanah jarang terbesar yang menyumbang lebih dari 70% produksi global Rare Earth. Hasil tambang logam tanah jarang negara itu tercatat sebesar 0,21 juta metrik ton pada tahun 2022.

China juga memiliki deposit logam tanah jarang terbesar, yakni 44 juta metrik ton. Deposit REE utama di China adalah Distrik Pertambangan Bayan Obo di Mongolia Dalam, yang juga merupakan deposit REE terbesar di dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
10 Negara dengan Utang...
10 Negara dengan Utang China Terbesar, Indonesia Urutan Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved